|
SLEMAN (KRjogja.com) - Dengan ditemukannya Arca Ganesha dan Lingga pada hari ketiga eskavasi Candi UII di Kampus Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang Km 14 , Tim Eskavasi Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta menyimpulkan ini adalah Candi Hindu. Titik terang juga didukung dengan penemuan sebelumnya berupa pagar halaman serta antofik rosed dan girafat di Candi berukuran 6 x 6 meter.
Hal tersebut disampaikan langsung Ketua BP3 Yogyakarta, Dra. Herni Pramastuti saat ditemui dilokasi penggalian candi, Selasa (22/12). "Patung Ganesha merupakan perwujudan dari Dewa Syiwa sedangkan Lingga adalah personifikasi dari Dewa Syiwa yang ada dalam ajaran agama Hindhu, maka dari agama apakah candi ini berasal sudah dapat diketahui dengan ditemukan kedua bukti ini. Untuk tahun keberadaan candi ini seperti Candi Hindhu di Yogyakata pada umumnya contohnya Candi Prambanan berasal dari Abad IX," ujar Herni.
Terkait sejarah pembuatan candi ini dapat diketahui dari prasasti yang saat ini sedang dalam proses pencarian contohnya Candi prambanan dari Kerajaan Mataram Kuno yang dipimpin oleh Rakai Pikatan. Setelah penemuan arca dan lingga ini, tim eskavasi segera mencari prasasti untuk mengetahui asal-usul keberadaan candi ini.
"Pada umumnya Candi Hindhu dan Budha di Yogyakarta letaknya bersebelahan tetapi dari arca sudah dapat diketahui dari agama mana candi ini berasal. Lingga yang ditemukan hari ini merupakan objek pemujaan yang dibawahnya pasti terdapat Yoni. Ganesha yang merupakan perwujudan dari Dewa Syiwa pasti nanti akan ditemukan Agastya di bagian selatan candi ini sebagai perwujudan dari Betari Durga," papar Herni.
Pihak BP3 Yogyakarta sampai hari ketika eskavasi telah menggali 15 titik eskavasi candi dengan temuan yang semakin memberikan gambaran dan denah susunan Candi Hindhu ini. "Kami akan segera mencari atap dari candi dan prasasti yang akan digali lebih lanjut dengan melibatkan tenaga ahli geologi dari UGM untuk meneliti kenapa candi in letaknya berada di bawah tanah," kata Herni.
Penemuan hari ini akan dibuat radius dan denah yang kemudian akan dilaporkan langsung kepada Pusat Direktorat Purbakala di Jakarta untuk langkah-langkah selanjutnya. Nantinya juga akan dilakukan proses rekomendasi pemindahan bangunan perpustakaan dari UII yang semula akan dibangun diatas temuan bersejarah ini. (Fir)
Berita terkait :
-
Keita di Barca Dua Tahun Lagi
Barca Sukses Tanpa Ibra
Barca Siap Ulang Kesuksesan
Barca Siap Hadapi Madrid
Barca Hadapi Sevilla Tanpa 8 Pemain Timnas Spanyol















Hamid@Rabu, 23 Desember 2009 08:40:11
itu kok Universitas Indonesia? yang benar khan Universitas ISlam Indonesia.