Pilih warna tema

Menikmati Keramahan Alam dan Penduduk Kopeng
Minggu, 13 Juni 2010 07:40:00
Kampung tanaman hias di Dusun Dukuh Kopeng

KOPENG sudah cukup dikenal masyarakat DIY dan Jateng. Kawasan pemukiman sekaligus objek wisata alam yang terletak di kaki Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Gunung Andong Kabupaten Semarang ini memiliki pesona alam nan elok dan penduduk yang ramah.
Terletak pada ketinggian 1.450 meter di atas permukaan laut membuat suhu di Kopeng sangat sejuk. Sengatan matahari pukul 12.00 hingga pukul 14.00 tak terasa sama sekali. Saking lembutnya perubahan suhu, seperti tidak ada bedanya suasana pukul 09.00 dan suasana pukul 14.00.
Menurut penuturan penduduk setempat, Bu Miasih, dulu zaman Belanda, Kopeng menjadi tempat peristirahatan para pejabat Kerajaan Belanda yang bertugas di Jawa Tengah. Ada peninggalan dari orang-orang Belanda yang hingga kini menjadi salah satu sumber penghasilan warga Kopeng, aneka macam tanaman hias yang dikenal sebagai tanaman hias khas kopengan.
Bu Miasih selain menyewakan penginapan, juga menggeluti bisnis tanaman hias. Budidayanya dilakukan di tegal yang terletak sekitar 500 meter dari rumahnya. Sedangkan penjualannya lebih sering di Yogyakarta. Bersama beberapa pedagang tanaman hias dari Kopeng, Bu Miasih menyewa tempat berjualan sebagai base camp di Kompleks Pasar Telagareja Jalan Godean Sleman Yogyakarta.
Ciri khas warga pegunungan yang ramah dan semanak masih melekat erat di sebagian besar warga Kopeng Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang tersebut. Mereka juga masih taat melaksanakan tradisi adat istiadat. Diantaranya perayaan hari besar keagamaan. Saat hari perayaan itu tiba, semua warga melaksanakan masak besar untuk menjamu tamu.
Wartwan KRjogja.com pernah diundang warga Kopeng yang berjualan tanaman hias di Yogyakarta untuk ikut merayakan hari besar mereka tersebut. Karena merasa sudah menjadi satu keluarga karena seringnya bertemu untuk meliput aktivitas penjualan tanaman hias, KRjogja.com beserta para even organiser pameran tanaman hias melaju dari Yogya, menyusuri Jalan Magelang kemudian Jalan Raya Magelang - Salatiga. Setelah menempuh perjalanan sejauh 65 km, aroma udara khas pegunungan menyusup segar melonggarkan dada. Ternyata di kawasan yang dikenal sebagai Kopeng tersebut rumah para pedagang tanaman hias tersebar di beberapa pedusunan. Jujugan pertama rumah Bu Miasih yang terletak persis di tepi Jalan Raya Magelang Salatiga. Sebentar melepas lelah kemudian menyantap hidangan besar.
Tilik sedulur pun dilanjutkan dari satu rumah ke rumah lain. Yang di luar perhitungan, setiap berkunjung di salah satu rumah, harus makan. Juga ada keharusan untuk mengunjungi semua sedulur di sana. Bila sampai ada yang terlewatkan, memang tidak ada sanksi kecuali membuat orang yang dilewatkan menjadi sakit hati. "Nggih kudu tiliki kabeh mangke ndak damel gerah penggalih. (Ya harus dikunjungi semua supaya tidak membuat sakit hati)," tutur Mak Yami menjelaskan kepada kami ketika berunding dengan teman untuk menyudahi kunjungan.
Alhasil pada putaran rumah ke empat, perut sudah tak mampu menemani lagi untuk menjaga persaudaraan. Akhirnya ada toleransi juga, boleh tidak makan, tetapi harus menyantap nyamikan.
Wilaah Kecamatan Getasan, didalamnya termasuk Kopeng juga menjadi sentra tanaman sayur-sayuran. Tanaman ini dibudidayakan di tegal-tegal yang mengitari kawasan pemukiman. Ada kobis, sawi, wortel, kol, kentang dan sayuran lainnya.Suasana alam nan hijau lainnya masih dapat dinikmati di kawasan wana wisata Kopeng.
Objek wisata alam Kopeng sudah dilengkapi fasilitas penginapan, kolam renang dan sarana penunjang lainnya. (B.Murdoko)

?


Berita terkait :
Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi