|
BANTUL (KRjogja.com) - Meski baru dilaunching di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul, Rabu (10/3), Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) sudah menerima 3 pengaduan. Pengaduan tersebut berkaitan dengan kekerasan yang dialami oleh perempuan.
Menurut Bendahara LK3, Sumarni, pengaduan tersebut antara lain istri ditinggal nikah siri suami dan kekerasan fisik yang dialami oleh ibu rumah tangga. “Kami memberikan pelayanan konseling, pemberian informasi, perlindungan, serta pendampingan secara professional,” jelas dia.
Sumarni mengungkapkan, LK3 dikelola dan dilaksanakan oleh personel yang memiliki kompentensi dengan mengkedepankan pendekatan pekerjaan sosial. Sasaran LK3 adalah keluarga yang membutuhkan bantuan karena masalah yang sedang dialami. ”Misal keluarga yang butuh informasi untuk mengatasi masalah atau jalan keluar untuk meningkatkan taraf hidup,” kata Sumarni.
Sasaran LK3, yakni individu atau kelompok yang membutuhkan informasi untuk mengatasi masalah keluarga. Sumarni mengungkapkan dalam pemberdayaan keluarga, LK3 mengutamakan pencegahan kekerasan, pengembangan kemampuan, rehabilitasi peranan sosial, perlindungan, serta sebagai penunjang dalam rangka peningkatan kualitas kehidupan keluarga.
Dalam menjalankan tugasnya, LK3 disokong oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Sumarni mengatakan tugas pokok TKSK adalah mendampingi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). ”Dengan melakukan penyuluhan serta bimbingan sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Bantul Bambang Legowo mengharapkan agar lembaga baru ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat untuk membentuk keluarga yang harmonis. (*-7)
Berita terkait :








