KLATEN (KRjogja.com) - Kelompok Tani Andalan Indonesia (KTNA) se-Kecamatan Prambanan, Rabu (10/3) mengadakan pertemuan di kantor Kepala Desa Sanggarahan membahas mengenai program bantuan Sekolah Lapang Pengolahan Tanaman Terpadu (SL-PTT) untuk tahun 2010.
Di Kecamatan Prambanan ada 23 Kelompok Tani (KT) dan semuanya mendapat bantuan dengan total lahan seluas 65 hektare (Ha). Bantuan itu berupa benih padi non hibrida (12 KT dengan luas 25 ha), padi hibrida (2 KT dengan luas 10 ha), kacang tanah (5 KT dengan 15 ha) dan jagung hibrida (4 KT dengan 15 ha).
Koordinator petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Prambanan Subyakto SP kepada KRjogja.com mengatakan jumlah KT yang mendapat bantuan program SL-PTT tahun 2010 naik dibanding 2009 lalu yang hanya 15 KT.
"Bantuan itu akan mulai dilaksanakan petani pada awal April depan. Dari jumlah luas lahan yang mendapat bantuan itu, masing-masing akan diambil satu hektare untuk dijadikan sebagai Laboratorium Lapangan (LL). Di LL itu semuanya akan mendapat bantuan mulai dari benih sampai pupuk. Sedangkan yang diluar LL hanya berupa benih saja," katanya.
Ditambahkan Subyakto, dalam program itu juga akan dilakukan perbandingan antara perilaku petani dengan petugas dari dinas terkait tanaman. Tanaman milik petani biasanya hanya diberi pupuk UREA saja. edangkan milik dinas, lebih komplet karena ada penyeimbang antara pupuk organik dan non-organik. "Hasilnya biasanya bagus perilaku dari dinas, karena pupuk kimia yang digunakan tidak hanya UREA saja. Melainkan ada lainnya termasuk yang organik," pungkasnya. (R-6)
Berita terkait :
-
Pembangunan Kios Candi Prambanan Telan Rp 6,5 M
Desa Bokoharjo Prambanan Maju Lomba Desa Tingkat DIY
3 Desa di Prambanan Uji Coba Perubahan Pola Tanam
Status Tanah Rumah Dome Prambanan Belum Jelas
Pelatihan Keterampilan, Kurangi Kemiskinan Warga Prambanan








