|
BANTUL (KRjogja.com) - Sejumah seniman dari daerah Dlingo, Jetis dan Imogiri yang tergabung dalam Paguyuban Sidji menggelar pameran bertajuk "Puber #1" di Tembi Contemporary dari 9 hingga 30 Maret 2010. Pameran yang ke-enam kalinya dilakukan paguyuban Sidji menghadirkan karya-karya seni rupa berbentuk lukisan maupun instalasi.
Paguyuban Sidji merupakan sekelompok seniman dari daerah Dlingo, Jetis serta Imogiri, tiga kecamatan yang merupakan daerah paling timur dari Kabupaten Bantul. Anggotanya ini terdiri dari 18 orang yaitu Alex Landung Purnomo, Dwi Haryanta, Fikri Ipiq, Gunadi, Joko Indaryanto, Jumadi, Kuat, Mardiyanto, Nurbaito, Nursyam Filantrophy, Pencus Santo, Rudy Prastyanto, Sadarisman, Seppa Darsono, Suraji, Suharman, Suryadi dan Yun Soroso.
“Semangat bersahaja ini yang kami jaga dengan upaya terus berkarya dan berproses kreatif hingga bisa berusia sepuluh tahun. Target kami juga sederhana, bisa berpameran minimal sekali dalam setahun,” kata anggota Kelompok Sidji, Nursyam Filanthropy di Tembi Contemporary, Bantul, Kamis (11/3).
Perubahan gaya penciptaan seni rupa Kelompok Sidji terjadi pada sejumlah anggotanya. Nursyam memberi contoh, karya Dwi Haryanta yang beberapa tahun lalu akrab dengan gaya dekoratif yang ramai, belakangan ini lebih cenderung asyik bermain dengan figur dan obyek tunggal.
“Kemudian ada Kuat yang dulu banyak melukis nuansa abstrak, sekarang sibuk bereksplorasi dengan stensil, screen printing serta spray paint diatas kanvas yang membuat karya Kuat menjadi unik,” kata Nursyam yang pada pameran ini menghadirkan karya.
Kurator pameran ini, Kuss Indarto mengatakan pameran kali ini merupakan upaya untuk menunjukkan kepada publik atas pencapaian yang telah diupayakannya. Publik dapat melihat kreasi masing-masing personal dengan sistem pengetahuannya sendiri-sendiri, dan membawa tema yang dimauinya sendiri-sendiri pula.
"Ada seniman yang telah mulai mumpuni sehingga dari tilikan dunia gagasan dan dunia bentuk atas karyanya telah dengan jelas memperlihatkan kualitasnya. Namun ada pula seniman yang pada presentasi karyanya kali ini diduga masih mengalami belitan problem teknis dan cara pandang terhadap tema tertentu yang masih bersahaja," ujarnya. (Fir)
Berita terkait :
-
14 Perupa Ramaikan Jambore Seni Rupa Nasional XV
Pameran Pembangunan Harteknas 2010 Digelar
Aneka Bentuk Wajah Ala Teguh Ostenrik
Warga Peringati Hari Keluarga Nasional
Pameran Lukis 'Recette', Sajikan Kenyataan Secara Absurd








