|
YOGYA (KRjogja.com) - Rencana pemerintah melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah yang mengenakan standar internasional, didukung para orang tua murid. Mereka berharap sekolah internasional nantinya mengedepankan mutu pendidikan dan mampug mencetak generasi penerus bangsa yang unggul.
"Saya berpikir adanya sekolah dengan standar internasional adalah upaya meniru yang dilakukan bangsa kita terhadap sistem persekolahan yang dianggapnya unggul yang ada di negara maju," kata seorang wali murid, Sri Sumarni kepada KRjogja.com, di Yogya, Kamis (11/3)
Ia agak meragukan pemikiran bahwa sekolah tersebut akan mencetak lulusan yang dipersiapkan untuk menembus universitas di negara maju. "Bukankah sekolah biasa pun banyak yang bisa menghasilkan lulusan yang bisa tembus universitas luar negeri tanpa harus mengikuti kelas internasional," ujarnya.
Sumarni mengatakan, upaya pemerintah untuk melakukan pembinaansangatlah tepat. Pasalnya, banyak sekolah yang mencantumkan embel-embel bertaraf atau berstandar internasional, namun hanya sekedar status, tapi tidak diikuti dengan peningkatan kualitas dan mutu pendidikan yang diberikan kepada anak didiknya.
Widodo juga menyatakan hal senada. Orang tua yang menyekolahkan anaknya disalah satu SMU Negeri di Yogyakarta ini mengatakan, setelah sebuah sekolah digelari standar internasional, apakah benar-benar anak didiknya siap menghadapi tantangan global. "Itu harus diuji terlebih dahulu," ujarnya.
Menurutnya, banyak model persekolahan yang dikutip dari sana sini kemudian disampaikan sebagai sebuah kebijakan yang mesti diterapkan di negara ini. "Tetapi, sayangnya banyak yang tidak menyentuh basis permasalahannya. Guru-gurunya juga belum siap. Sementara kita tahu selama ini pendidikan bagi para guru juga tidak diperhatikan," tutur Widodo.
Ia menyatakan, sekolah berstandar internasional yang digaungkan sejauh ini tidak diikuti dengan kematangan rencana, baik dari segi infrastruktur maupun SDM yang akan melaksanakannya.
"Jadi, soal memperoleh pendidikan bermutu sudah cukup dengan sekolah nasional. Sebab kalau mau bersaing secara internasional, saya sendiri tidak tahu bersaing dengan siapa," tambahnya.
Dua pandangan ini memang tidak mewakili suara para wali murid. Namun jika kemudian para orang tua murid sekarang lebih selektif dan tidak mudah tergiur dengan embel-embel sekolah berstandar internasional yang sekarang ini marak, adalah sesuatu yang wajar.
Mereka tetap memilih menyekolahkan anak-anaknya di sekolah umum atau negeri yang sudah diketahui mutu dan kualitas pendidikannya daripada termakan embel-embel sekolah internasional hanya sekedar coba-coba atau gengsi semata. (Fir)
Berita terkait :
-
Sekolah Internasional (6) - Bangsa Indonesia Tidak Percaya Diri
Sekolah Internasional (5) - Mengarah Pada Neoliberalisme Pendidikan
Sekolah Internasional (3) - Peran Orang Tua Tetap Berpengaruh
Sekolah Internasional (2) - Jangan Lupakan Misi Pendidikan
Sekolah Internasional (1) - PP Nomor 17 Tahun 2010 Untuk Melindungi Siswa








