|
YOGYA (KRjogja.com) - Menjamurnya Sekolah bertaraf internasional (SBI) di sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) negeri mengurangi rasa nasionalisme. SBI memiliki aspek kognitif keindonesiaan yang rendah dan telah membelah kelompok anak dari orang tua kaya dan orang tua miskin.
“Sekolah internasional tidak mendorong tumbuhnya identitas sebagai orang Indonesia, apalagi akan timbul masalah sosial perbedaan antara orang kaya dan miskin karena untuk bersekolah di SBI membutuhkan biaya yang cukup mahal” ujar sosiologi Univeristas Gajah Mada (UGM), Heru Nugroho saat, dihubungi KRjogja.com, Kamis (11/3)
Ia menyatakan, SBI telah membentuk ketimpangan pendidikan antara siswa dari keluarga kaya dan keluarga miskin. Sebuah SBI selain menggunakan kurikulum nasional, juga mengadopsi kurikulum yang diterapkan di luar negeri dengan menerapkan pengajar dari luar negeri pula. “Padahal orang-orang asing yang mengajar di Indonesia belum ada peraturan dan belum diuji kompetensi mereka,” kata Heru.
Ditambahkannya, SBI yang bermunculan sekarang ini merupakan tempat pendidikan yang tidak nasionalis. “SBI dan kelas internasional lebih menjurus pada korporasi atau komersialisasi pendidikan,” imbuh Heru.
Menurutnya, munculnya SBI dan kelas internasional juga menunjukkan pendidikan telah mengarah pada neoliberalisme pendidikan. “Sekarang pendidikan sudah menjadi komoditi yang diperjualbelikan. Apalagi didukung Perpres No 7 Tahun 2007 mengenai investasi asing dalam pendidikan nasional,” tandasnya.
Selain itu, Heru menambahkan, pendidikan Indonesia yang memunculkan SBI dan kelas internasional jika tidak diatur sedemikan rupa oleh pemerintah dan instansi terkait akan memunculkan polemik kehidupan sosial bermasyarakat. Oleh karena itu penerapan SBI ini harus benar-benar ditinjau ulang dari segala aspek baik positif maupun negatifnya, agar tepat guna dan sasaran. (Fir)
Berita terkait :
-
Sekolah Internasional (6) - Bangsa Indonesia Tidak Percaya Diri
Sekolah Internasional (4) - Banyak Orang Tua Hanya Mengejar Gengsi
Sekolah Internasional (3) - Peran Orang Tua Tetap Berpengaruh
Sekolah Internasional (2) - Jangan Lupakan Misi Pendidikan
Sekolah Internasional (1) - PP Nomor 17 Tahun 2010 Untuk Melindungi Siswa








