|
YOGYA (KRjogja.com) - Ketua Majelis Guru Besar UGM, Prof. Suryo Guritno berpendapat, banyaknya sekolah yang menggunakan nama internasional hanya untuk dijadikan label dan mengejar pendapatan semata, karena pada dasarnya dipengaruhi faktor karakter manusia Indonesia yang kurang percaya diri. Hal tersebut juga sejalan dengan fenomena yang terjadi di dunia pendidikan saat ini, dimana karakter pendidikan yang meng-Indonesia semakin kritis.
"Ini kan fenomena yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia itu justru lupa akan bangsanya. Mereka cenderung tidak percaya diri dengan apa yang menjadi kemampuan dirinya sehingga menjadikan hal-hal dari luar itu sebagai patokan yang dianggap paling baik," ujarnya ketika ditemui di sela pertemuan Majelis Guru Besar di gedung pusat UGM, Kamis (11/3).
Menurutnya, hal semacam demikian tidak hanya terjadi di level sekolah saja tetapi juga telah merambah ke tingkat universitas. Hal tersebut pula yang menjadikan kekhawatiran tersendiri dari sejumlah guru besar di beberapa universitas yang pada akhirnya sepakat untuk mengadakan pertemuan bersama membahas mengenai pendidikan berkarakter bangsa.
"Perubahan jaman dan arus globalisasi sekarang menyebabkan semakin memudarnya kesadaran berbudaya di lapisan masyarakat. Pudarnya kesadaran tersebut juga dikarenakan ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi perubahan jaman itu sendiri. Inilah yang juga akan kita pikirkan bersama bagaimana untuk mengembalikan pendidikan yang berkarakter tersebut," katanya.
Ia menambahkan, penggunaan nama sekolah bertaraf internasional tanpa diimbangi dengan output dan kualitas yang baik pada dasarnya tidak harus sampai terjadi. Hal ini bisa dicegah dengan penguatan karakter pada para pemimpin bangsanya.
"Lah sekarang saja para petinggi bangsa kita banyak yang tidak menunjukkan karakter bangsanya. Mereka banyak memberikan contoh yang buruk bagi masyarakat. Sehingga orang Indonesia sendiri menjadi tidak percaya diri bahwa dia Indonesia. Inilah yang menjadikan karakter kita hilang dan lebih bangga memakai label dari luar," imbuhnya. (Ran)
Berita terkait :
-
Sekolah Internasional (5) - Mengarah Pada Neoliberalisme Pendidikan
Sekolah Internasional (4) - Banyak Orang Tua Hanya Mengejar Gengsi
Sekolah Internasional (3) - Peran Orang Tua Tetap Berpengaruh
Sekolah Internasional (2) - Jangan Lupakan Misi Pendidikan
Sekolah Internasional (1) - PP Nomor 17 Tahun 2010 Untuk Melindungi Siswa








