|
SLEMAN (KRjogja.com) - Forum Jamaah Muhammadiyah Sleman (FJMS) menyesalkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman nomor 008/III.0/A/2010 tertanggal 15 Januari 2010. Dalam surat yang disampaikan ke seluruh PCM se-Kabupaten Sleman tersebut, terselip agenda Pilkada Kabupaten Sleman 2010.
Ketua FJMS, Supardi BA, menilai PDM Sleman telah melakukan kampanye terselubung. Yakni dengan menyelipkan agenda politik dalam kegiatan internal Muhammadiyah dengan kemasan kunjungan silaturahim PDM Sleman ke masing-masing kecamatan atau Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM).
"Itu (surat edaran PDM Sleman.red) jelas kampanye terselubung serta memberikan contoh kepada struktural Muhammadiyah di bawahnya mengenai politik yang tidak islami serta menghalalkan segala cara," tandasnya ketika dihubungi KRjogja.com, Kamis (11/3).
Selain itu, pihaknya juga mengutarakan salah satu surat dari PCM Depok yang dengan jelas dan gamblang mengkampanyekan Sri Purnomo sebagai calon Bupati dari Muhammadiyah. "Terus terang kami sesalkan surat tersebut. Itu terkesan memanfaatkan aset-aset Muhammadiyah serta institusinya hanya demi untuk mencari jabatan. Padahal, calon dari Muhammadiyah bukan hanya Pak Sri Purnomo saja, masih ada yang lain, yakni Bu Sri Muslimatun," tandas Supardi.
Dalam surat tertanggal 15 Januari 2010, PDM Sleman akan melakukan kunjungan ke tiap-tiap PCM se-Sleman dalam rangka persiapan Muktamar Seabad Muhammadiyah dan pembangunan gedung PDM Sleman. Namun, dalam agenda tersebut juga diterangkan terkait Pilkada Kabupaten Sleman 2010. Sementara dalam surat dari PCM Depok, agenda peresmian kantor baru yang akan diselenggarakan 18 April 2010 mendatang dijelaskan tentang mengkampanyekan Sri Purnomo sebagai calon Bupati dari Muhammadiyah.
Dihubungi terpisah, sekretaris FJMS Supriyadi menambahkan, pihaknya hanya menginginkan Muhammadiyah Sleman dapat bersikap netral dalam Pemilukada 2010 ini. Sehingga FJMS sangat menyanyangkan adanya oknum-oknum pengurus PDM Sleman yang menjadikan Muhammadiyah sebagai alat. "Kami sangat mengapresiasi para kader Muhammadiyah yang maju dalam pemilukada. Namun kami meminta, jangan pernah gunakan Muhammadiyah sebagai alat, biarlah mereka menggunakan alat partai politik," tandasnya.
Saat disinggung mengenai langkah ke depan, pihaknya masih belum bisa menentukan sikap. Menurutnya, FJMS ini sengaja dibentuk sebagai wujud kritik atas sikap PDM Sleman yang sangat terang-terangan mendukung Sri Purnomo. "Kami masih menunggu respon dari PDM Sleman dulu. Kalau memang tidak ada respon, maka kami akan terus memberikan kritik melalui FJMS ini," terang Supriyadi. (Dhi)
Berita terkait :
-
KAPOLDA JATENG : Polres Atur Pengamanan Pemilukada
Presiden : Pilkada Langsung Tidak Perlu Diperdebatkan Lagi
Jadi Bupati, Buyar Winarso Masih Sedikit 'Nervous'
Ibnu Subiyanto Belum Dipastikan Hadiri Pelantikkan Sri Purnomo
Ketua Dewan Kecewa Tempat Pelantikan Bupati Dipindah















Agung H@Minggu, 14 Maret 2010 18:01:22
Kalau Muhammadiyah punya kader terbaik dansudah terbukti kinerjanya mengapa harus tidak mendukung, dan mengapa masih saja ada oknum yang tidak berpikiran cerdas, Muhammadiyah ya Muhammadiyah mengapa justru ada yang membuat kelompok baru, justru ini sebuah perbuatan IDIOT dan sebuah kemunduran di era yang serba cerdas. Saya warga Muhammadiyah yang punya nalar, tanpa ada edaran dari pimpinanpun pasti saya akan mendukung SP untuk Sleman Satu, karena ya beliaui itu paling tepat untuk saat ini.
agung@Minggu, 14 Maret 2010 04:14:58
bapak Sri Purnomo adalah salah satu kader terbaik Muhammadiyah di Sleman, sudah sepantasnya PDM Sleman merekomendasikan beliau sebagai pilihan terbaik untuk memimpin Sleman 2010 - 2015. Untuk kader Muhammadiyah di PKS, mohon jangan memancing di air keruh, fastabiqul khairat. aamiin.
catur@Jumat, 12 Maret 2010 14:55:38
melihat Muhammadiyah ke depan, mohon sekiranya ketika ingin berbuat untuk ummat semua. Muhammadiyah jangan terkotak - kotak dalAm pemilihan PILKADA, ummat akan saling sikut... mari pemimpin harus punya hati nurani yang luhur, Muhammadiyah bukan milik perseorangan...
Sunarto@Jumat, 12 Maret 2010 09:02:32
Saya ingatkan kepada sdr kami, agar tdk terjadi perselisihan diantara anggota persyarikatan, supaya kita semua taat kepada organisasi karena mengenai PILKADA ini Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lama memberikan petunjuknya dengan Surat Keputusan PP Muhammadiyah No:61/KEP/I.0/B/2008 tanggal 17 Rabiul awal1429 H/25 Maret 2008 M. Karenanya saya juga sarankan kpda PDM Sleman jangan tinggalkan petunjuk dari PP, jangan membodohi ummat, jangan membohongi ummat dan jangan pula lupa terhadap amanah yg diberikan.