|
LONDON (KRjogja.com) - Sampah organ komputer di dunia semakin menumpuk dan dikhawatirkan akan menjadi beban sampah elektronik dunia. Karenanya masyarakat pengguna komputer saat ini diharapkan bisa secara bijak menggunakan komputernya sesuai kebutuhan saja.
Para ahli memperingatkan, kebutuhan untuk mengganti komputer ke versi terbaru secara terus menerus akan menimbulkan gunungan "sampah elektronik" dalam beberapa tahun ke depan.
Peter Swann dari Nottingham University Business School menyebutkan, hal ini akan bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu dan mengancam kelestarian lingkungan.
Swann percaya, pada 2013 akan ada sekira 2,5 miliar komputer yang masih berfungsi baik akan terbuang dan menggunung dalam tumpukan sampah. Pengembang software yang "malas" menjadi biang keladi masalah ini. Pasalnya, pengembang software yang malas menciptakan program untuk memperbaharui komputer turut mendorong pertumbuhan akan kebutuhan komputer baru.
"Prinsip solusi dari masalah sampah komputer bagi para pengembang dan penjual komputer adalah, berhenti menggunakan strategi yang berkontribusi terhadap penggelembungan kebutuhan upgrading dan komputer baru," kata Swann, Kamis (11/3).
Menurutnya, banyak vendor komputer yang dibayar oleh para pembuat software untuk melakukan pre-install program mereka pada komputer yang baru. Swann menyebut "bloatware" dan kecenderungan program seperti ini berkontribusi terhadap masalah tersebut.
"Pembuat komputer dan pengembang software dapat membantu meningkatkan umur komputer dengan cara membuat add-ons optional dan memperpanjang dukungan dan kompatibilitas antara platform baru, operating systems dan program lama," tandasnya. (okz/yan)
Berita terkait :
-
Iran Kirim Astronot ke Angkasa Pada Tahun 2019
GPS Mungil Untuk Mobil Kesayangan
Tifatul Apresiasi Pemenang INAICTA 2010
Spam Merajalela Akibat Pemendek URL
Webometrics Tak Sertakan Bing








