|
BANTUL (KRjogja.com) - Satu lagi inovasi makanan ringan yang dikreasikan dari tahu yaitu tahu bulat (tabul) Misuhu asal Tasikmalaya. Makanan ringan ini mulai digemari masyarakat Yogyakarta dengan rasa rempah dipadu ikan tengiri yang menggetarkan lidah.
"Berbahan dasar dari tahu biasa yang kandungan airnya diperas sedemikian rupa kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, garam dan lain-lain yang kemudian dicampur dengan ikan tengiri. Setelah bahan tercampur merata tahu dicetak bulat dengan tangan tidak pake mesin," ujar Markerting Promo Tabul Misiku Tasikmalaya, Hadi.
Hadi mengatakan tahu ini hanya digoreng biasa seperti layaknya tahu dengan panas yang sedang dan mengunakan minyak goreng yang masih baru agar bulatannya mengembang sekitar 15 menit hingga berubah warna dari putih ke merah kecoklatan. "Paling cocok disajikan hangat-hangat dan dapat dipadukan dengan aneka sambel atau ditemani cabe sesuai selera," katanya.
Awal mulanya tahu ini di buat dari ide kreatif seorang pedagang sayur asal Tasikmalaya bernama Dadang Iskandar yang mencoba-coba mengkreasikan makanan murah meriah seperti tahu ini, kemudian setelah ditawarkan kepada para tetangganya banyak diminati masyarakat. Di Tasikmalaya sendiri sudah mempunyai nama dan banyak dicari sebagai jajanan oleh-oleh yang murah meriah. Kini telah dikembangkan di Jabodetabek, Yogyakarta, Solo, Semarang dan Denpasar.
"Dalam satu kali produksi, tahu ini diproduksi sebanyak 700 ribu tiap harinya dan bisa meraup untung yang cukup banyak. Harga tahu yang masih mentah hanya dipatok Rp.300/tahu dan Rp.500/tahu yang sudah digoreng. Tabul ini selain dapat dibeli eceran juga bisa dibeli paket yang isinya 10 tahu dengan harga Rp.3000. Dapat bertahan lama hanya 3 hari jika disimpan di tempat pendingin karena tabul ini tanpa bahan pengawet," papar Hadi.
Di Yogyakarta sendiri makanan ini sudah mulai dikembangkan dan berlokasi di Pusat Jajan Sapen, Jalan Bimokurdi No.40 Sapen Yogyakarta. Tabul ini dipastikan akan digemari masyarakat sebagai jajanan sehat dan higienis, tanpa pengawet, guruh dan lezat dengan harga yang cukup terjangkau untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. (Fir)
Berita terkait :








