Pilih warna tema

Chinese Food Istimewa Ala Pak Muji
Minggu, 18 April 2010 13:43:00
Salah satu menu Kedai Pak Muji (Foto:Jarot Sarwo)

PURWOREJO (KRjogja.com) - Mengunjungi Kabupaten Purworejo kurang lengkap jika hanya menikmati kuliner di Pantai Jatimalang atau kawasan Alun-alun Kota Purworejo. Betapa tidak, masih ada tempat kulineran istimewa bagi anda penggemar masakan tionghoa (chinesse food) di  Kedai Pak Muji.

Kedai makan sederhana di halaman parkir Plaza Purworejo itu memang spesialis masakan negeri tirai bambu dan Pak Muji mampu mengolah sea food kaki lima selesat masakan di hotel berbintang lima.

Sang pemilik, Muji (41) mengatakan, usaha warung makan dengan menu masakan cina sengaja dibuat lantaran di wilayah Purworejo masih jarang. Menu istimewa yang ditawarkan Ayam Nanking, Fuyunghai, Ifumie, Lomie, cah sayuran, Udang Roll, Lumpia Singapura, Mun Tahu Kepiting, aneka Sapo, Kwetiau goreng dan rebus. Tentu saja dengan harga yang tidak membuat dompet 'kolesterol'.

Menu yang dibuatnya juga tidak sembarangan dan diracik semirip mungkin dengan masakan di restoran china lainnya. Hal itu sangat mungkin lantaran sebelum membuka usaha sekitar tahun 2008, Muji merupakan chef di salah satu restoran terkenal di Jakarta. Karena itu, menggunakan bumbu yang memang khas digunakan dalam masakan china.

"Sebagian bumbunya merupakan produk impor dari sejumlah negara seperti Singapura dan Malaysia. Kami menggunakan tauco, arak cina, minyak wijen, bawang, garam, merica, serta bumbu umum lainnya. Jika sembarangan, entah bagaimana rasanya. Pelanggan pasti akan pergi," ujarnya.

Setiap hari, Kedai Pak Muji buka mulai jam 17.00 hingga 22.00. Dalam sehari, menghabiskan 1,5 kilogram (kg) udang, 1,5 kg cumi-cumi, 3 kg daging ayam, serta beberapa pack fillet kepiting. Saat hari libur, bahan yang dimasak meningkat hingga 15 persen. Nikmatnya menu di Kedai Pak Muji membuat warga Kabupaten Purworejo dan kota disekitarnya terpikat.

"Mereka menjadi pelanggan tetap di warung milik warga Desa/Kecamatan Purwodadi. Kebanyakan pelanggan disini adalah warga keturunan. Namun banyak pula orang Jawa yang makan di kedai saya," imbuhnya. (R-1)


Berita terkait :
Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi