|
LONDON (KRjogja.com) - Keputusan untuk mempublikasikan puluhan ribu dokumen rahasia milik Militer Amerika Serikat (AS) mendapat dukungan pendiri WikiLeaks. Sebelumnya AS memperingatkan jika aksi WikiLeaks tersebut dapat membahayakan operasi pasukan AS di Afghanistan.
Dalam sebuah wawancara kepada surat kabar Times Inggris, pendiri WikiLeaks Julian Assange menyatakan amat penting untuk mempublikasikan dokumen-dokumen tersebut ke masyarakat. Assange mengaku berani mengambil langkah ini meski menimbulkan kemarahan dari pihak AS.
Sebaliknya, Assange justru mengkritik Gedung Putih karena gagal merespons permintaannya untuk memberikan bantuan sebelum merilis dokumen tersebut, dengan maksud untuk memiminilisir risiko terkuaknya informan-informan yang ada di perang Afghanistan.
"Tidak ada seorang pun terluka, tetapi jika ada seorang sengaja datang untuk menyakiti kami, tentunya akan menjadi sebuah penyesalan yang amat dalam," menurut Assange, Kamis (29/7).
"Jika kami nantinya terpaksa merilis sebagian dokumen rahasia tersebut, tetap akan menjadi bagian penting dari sejarah perang di dunia. Dan bila kami (WikiLeaks) dianggap bersalah, kami akan meninjau kembali prosedur dan reaksi kami," imbuh Assange.
Assange menyerang negeri adidaya tersebut yang dianggap menolak menolongnya saat meminta bantuan untuk meminimalisir kemungkinan informan yang tidak bersalah, diungkap.
"Kami sadar pentingnya melindungi sumber. AS sepertinya telah memberikan akses sumber rahasia kepada pasukan PBB serta pasukan lain, tanpa ada perlindungan jelas," tandas pria berambut putih tersebut. (Okz/Yan)
Berita terkait :
-
Lagi, Serangan Udara AS Tewaskan Militan Pakistan
Pejabat Senior Afghanistan Mati di Tangan Taliban
Rencana Pembakaran Alquran Dikhawatirkan Pasukan AS
45 Militan Taliban Tewas Akibat Dibom Jet Tempur
Pasukan Tempur Ditarik, Menhan AS Ke Irak








