Pilih warna tema

Dana dihapus, Ujian Kompetensi SMK Yogya Jalan Terus
Selasa, 09 Pebruari 2010 10:02:00
Ilustrasi (Foto: Dok)

YOGYA (KRjogja.com) - Meski pemerintah telah menghapus anggaran untuk ujian kompetensi SMK, namun beberapa sekolah di Yogyakarta tetap berusaha melangsungkan ujian dengan maksimal. Disisi lain sekolah juga mengakui ketiadaan dana dari pemerintah tersebut cukup memberatkan.

Seperti disampaikan Kepala SMK Negeri 1 Kasihan Bantul (SMKI), Drs. Sunardi, saat dihubungi KRjogja.com Selasa (9/2), sejak 6 Februari lalu, pihaknya telah memulai pelaksanaan ujian kompetensi. Jadwal ujian berakhir hingga 20 Februari dan dilaksanakan pada hari-hari tertentu saja. Diakui, ujian kali ini menelan biaya yang cukup mahal karena pada jurusan tertentu memang membutuhkan fasilitas dan personil penguji dari pihak luar.

"Sebenarnya cukup berat juga kalau tidak ada dana dari pemerintah. Karena ujian kompetensi di tempat kami, seperti untuk jurusan karawitan, biayanya sangat mahal. Tetapi kami tetap mengusahakan untuk bisa melaksanakannya dengan baik. Yakni dengan mengajarkan kemandirian siswa untuk dapat ikut serta menutup biaya ujian," katamya

Pihaknya membantah jika disebut melakukan pungutan terhadap siswa untuk menutup biaya ujian. "Istilahnya bukan memungut, tapi kami memberikan arahan pada siswa untuk bisa ikut membantu. Misalnya, pada ujian pedalangan, biaya untuk tiap anak mencapai Rp1,5 juta. Nah, sekolah membantu dengan dana tabungan, sementara siswa mengusahakan kekurangannya sekitar Rp100-150 ribu dengan cara mencari sponsor. Itulah yang kami maksud siswa mandiri," tuturnya.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan jika terpaksa dana masih tetap kurang, maka sekolah telah melakukan komunikasi dengan pihak orang tua siswa agar bisa ikut membantu. "Sejauh ini kami tidak minta, tetapi ada sebagian orang tua siswa yang dengan sukarela membantu," katanya.

Jumlah peserta ujian kompetensi di SMK Negeri 1 Kasihan Bantul adalah 63 siswa. Yakni 5 siswa jurusan pedalangan, 12 siswa jurusan teater, 9 siswa jurusan karawitan dan 37 siswa jurusan tari. "Masing-masing jurusan memiliki jadwal ujian sendiri yang dilaksanakan di beberapa tempat, seperti Srimanganti, Pendopo SMKI dan Societed. Dalam pelaksanaannya kami juga menjalin kerjasama dengan pihak dinas kebudayaan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Marwata menuturkan, pelaksanaan ujian kompetensi untuk SMKN 2 Yogyakarta dijadwalkan pada tanggal 1-5 Februari. Dimana, dana kebutuhan ujian untuk tiap siswa dianggarkan sekitar Rp150.000. Sehingga, dengan jumlah total siswa 620 orang dari 9 jurusan, maka anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp93 juta.

"Meskipun cukup berat, namun kami tidak memungut biaya dari siswa. Tetapi menggandeng perusahaan yang selama ini telah menjadi mitra seperti Mitsubisi, Suzuki, Astra dan lainnya untuk dapat membantu pelaksanaan ujian," paparnya. (Ran)


Berita terkait :
Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi