SOLO (KRjogja.com) - Pada 2015 Asean Community diharapkan sudah bisa memberikan efek positip bagi dunia pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara sehingga mampu bersaing dengan perguruan tinggi dari negara maju. Pembentuan Asean Community salah satunya untuk mendorong keterbukaan pendidikan tinggi di Asean agar bisa memenuhi tuntutan global.
Pokok pikiran itu disampaikan Guru Besar Universitas Utara Malaysia, Mohamed Mustafa Ishak dalam pada seminar internasional Globalization, Social Cost and Benefits for The Third World di Hotel Sunan Solo, Selasa.
Keterbukaan menyangkut pemberian kebebasan dan kerjasama pertukaran mahasiswa antara negara anggota Asean Community. Program ini selain ilmu yang didapat lebih beragam juga memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan berbagai gelar dan keahlian dari banyak perguruan tinggi. "Jadi ke depan harus terbentuk apa yang disebut dengan multinational university."
Selain keterbukaan perguruan tinggi juga harus merubah kurikulum pembelajaran. Pengembangan pendidikan jangan terjebak dengan kurikulum 23 tahun lalu. Karena era global menuntut lulusan yang memiliki ilmu pengetahuan baru. Jika tidak, ilmu yang dimilikinya tidak akan bisa menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. (Qom)
Berita terkait :







