|
VALENTINE selalu identik dengan simbol kasih sayang seperti bunga mawar, coklat, warna pink hingga pernak pernik lainnya. Memanfaatkan momen perayaan valentine ini, para pengusaha saling berkreasi mengemasnya menjadi bentuk unik dan menarik.
Seperti yang dilakukan Cristiani Astuti warga Jambusari Condong Catur Sleman, yang mencoba berkreasi mengolah cokelat menjadi bentuk yang unik, lucu dan berwarna warni. Yani sengaja memanfaatkan momen ini di Yogya meneruskan pengalamannya berbisnis coklat selama di kalimantan sebelumnya.
” Di sana semua terbatas, tidak seramai di Yogya, walaupun harga mahal tetap di cari dan secara kebetulan di tempat saya tinggal belum ada toko cokelat, ” katanya kepada KRjogja.com, Selasa (9/2).
Meski baru mencoba pada momen tahun ini, ternyata antusiame masyarakat untuk mencoba kreasi Yani cukup besar. ” Ini kali pertamanya membuka usaha cokelat di Yogya untuk moment valentine. Mencoba membuat, eh, lha kok banyak yang suka dan ada yang pesan, ”ujarnya.
Bahan-bahannya hanya coklat saja, namun ia pilih cokelat yang memang kualitasnya baik. Proses pembuatannya juga cukup sederhana, dengan mengetim cokelat diatas api sedang, kemudian dimasukkan dalam cetakan dan dimasukkan ke dalam lemari es.
Yani mengkreasi coklatnya ini dengan membentuknya melalui cetakan khusus dengan bermacam bentuk. Sebagai pemanis, coklat dipoles dengan kolaborasi warna untuk menarik perhatian konsumen. Uniknya justru coklat ini tidak dimakan dan hanya untuk pajangan oleh konsumen.
” Saya menggunakan cokelat dark (gelap), white (putih) dan juga milk (susu). Kalau untuk menghias atas cokelat atau menulis di atas cokelat biasanya ditambah pewarna makanan dan tentunya yang aman untuk dkonsumsi. Selain itu bisa juga ditambah permen mini berwarna-warni, kismis, selai ataupun kacang, ” ungkapnya.
Yani mengusung beberapa bentuk untuk cokelatnya ada bentuk hati, bulat dan kotak. Namun ia juga menerima pesanan dari konsumen. Bahkan ada juga yang sering meminta dalam bentuk parcel, ada boneka sekaligus cokelat.
” Target saya sebenarnya ke anak muda Yogya, apalagi saya juga menyesuaikan budget anak-anak muda Yogya. Selain mereka pesan lewat facebook, MMS, saya juga titipkan di beberapa kantin sekolah, swalayan, salon, ” paparnya.
Yani memberi harga coklat kreasinya antara Rp 2.000 – Rp. 65.000. Namun diakui harga sangat relatif, tergantung dengan pesanan yang diminta konsumen. ” Saya pernah membuat cokelat yang didalamnya tersimpan cincin, karena kebetulan cokelat tersebut akan diberikan kepada orang spesial. Ada juga yang harus menulis puisi cinta diatas cokelat. Pokoknya apa permintaan konsumen maka sebisa mungkin kami sediakan dan cokelat ini bisa tahan selama 6 bulan, ” tambahnya.
Yani yang beralamat usaha di perum jambu sari gg jambu air no 10 Condong catur ini berharap, coklat kreasinya dapat diterima oleh masyarakat Yogya. diharapkan dengan melihat prospek bagus bisnis cokelat di Yogya dirinya berkeinginan untuk memperlebar usaha kafe cokelatnya di Yogya.
” Semua masih menjadi impian. Doakan saja semoga cepat terealisasi, ” pungkasnya.
Pembaca juga bisa berinteraksi atau melihat kreasi coklat Yani di Facebook melalui alamat :?
http://www.facebook.com/?ref=logo#!/profile.php?id=100000341313746&ref=nf
(Vas)













Tangerang rasa Jogja@Jumat, 12 Pebruari 2010 01:32:40
Hmmm...katanya mo kirim Tangerang..wkwkwkwk..hehe..very very like it!!!!