Tiga Wartawan Diculik di Kawasan Delta Niger
Selasa, 02 Maret 2010 16:01:00
Ilustrasi

JOHANNESBURG (KRjogja.com) - Seorang wartawan Afrika Selatan (Afsel) dan dua rekannya dari Nigeria diculik di kawasan Delta Niger yang kaya minyak Nigeria. Media massa Afsel, Selasa (2/3), melaporkan bahwa tiga wartawan jaringan televisi kabel, SuperSport, itu diculik di dekat Warri, sebuah pusat industri minyak, saat mereka hendak menuju ke bandara pada Senin.

"Polisi dilaporkan sedang berusaha mengembangkan pencarian keberadaan mereka pada Selasa, namun menolak menanggapi masalah tersebut," media Afsel, Eye Witness News, melaporkan.

Para warga asing, yang biasanya bekerja di perusahaan minyak, sering menjadi korban penculikan untuk uang tebusan di kawasan Delta Niger yang bergolak.

Lebih dari 200 warga asing diculik di kawasan delta tersebut dalam dua tahun terakhir. Hampir semuanya dari orang-orang itu dibebaskan tanpa cedera karena membayar uang tebusan. Para warga kaya Nigeria juga kerap menjadi sasaran penculikan.

Ribuan pria bersenjata meletakkan senjata mereka tahun lalu sebagai bagian dari pengampunan presiden, namun para pengritik mengatakan bahwa sejumlah penjahat termasuk di antara yang diberi pengampunan. Namun kejahatan terus meningkat karena para bekas pemberontak itu menginginkan pendapatan lain. Geng-geng kriminal juga memanfaatkan keadaan kacau dalam penegakan hukum dan ketertiban di wilayah itu.

Program amnesti tawaran Presiden Nigeria Umaru Yar`Adua itu, yang diberlakukan dari 6 Agustus hingga 4 Oktober lalu, bertujuan melucuti senjata pemberontak, mendidik dan merehabilitasi kelompok garis keras dan penjahat di Delta Niger.

Sebagai bagian dari upaya amnesti itu, pemerintah pada 13 Juli lalu membebaskan Henry Okah, seorang pemimpin pemberontak, setelah tuduhan terhadapnya dibatalkan.

Bulan lalu, kelompok bersenjata Nigeria menuntut uang tebusan 300 juta naira (1,98 juta dolar AS) bagi pembebasan tiga warga Inggris dan seorang Kolombia yang diculiknya. Empat warga asing itu bekerja untuk perusahaan minyak raksasa Inggris-Belanda Shell, diculik di lokasi antara kota minyak Port Harcourt dan daerah berdekatan negara bagian Aba.

Kelompok bersenjata itu menembak mati polisi pengawal empat asing itu dan melukai supir mereka saat penculikan tersebut. (Ant/Ogi)


Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi