Warga Desa Tanjungharjo Tolak Pembangunan Pabrik
Jumat, 05 Maret 2010 17:11:00

KULONPROGO (KRjogja.com) - Warga Desa Tanjungharjo, Nanggulan, Kulonprogo menyatakan penolakan dibangunnya pabrik pengolahan batu andesit di wilayahnya. Alasannya, residu dan suara pabrik akan menganggu ketentraman warga. Penolakan warga tersebut dibarengi juga dengan pengajuan surat keberatan kepada Bupati Kulonprogo tertanggal 22 Februari 2010.

"Kami sudah mendapatkan tembusan surat keberatan warga tersebut," kata Kepala Desa Tanjungharjo Tukimin kepada wartawan, Kamis (4/3).

Tukimin mengakui, sebelumnya warga memang telah menyampaikan kekhawatirannya kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungharjo. Atas dasar pertemuan yang dilakukan warga tersebut, lantas masyarakat Pedukuhan Tanjung Gunung dan Turus menyampaikan surat keberatan kepada Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo.

"Desa dan pemerintah kecamatan Nanggulan hanya mendapatkan tembusan suratnya saja," terangnya lagi seraya menambahkan bahwa surat yang disampaikan ke Bupati telah dibubuhi ratusan tanda tangan warga.

Menanggapi masalah tersebut, Wabup Kulonprogo Mulyono menjelaskan,  meskipun pihaknya akan mengakomodir apa yang menjadi kekhawatiran warga, Namun juga tidak bisa mengesampingkan investor yang mau masuk wilayah Kabupaten Kulonprogo. Apalagi saat ini Pemkab sedang gencar-gencarnya mencari investor agar bersedia menanamkan investasinya di wilayah ini.

“Keinginan warga penting kita dengarkan, jangan sampai investor yang masuk justru merugikan masyarakat kita. Pemkab siap mencarikan lokasi alternatif sehingga investor tetap bisa menjalankan usahanya di Kulonprogo tanpa konflik dengan warga,” ujar Mulyono lagi.

Ditegaskan, mengingat pembangunan pabrik pengolah batu andesit di Desa Tanjungharjo saat ini masih dalam tahap pengkajian ijin lingkungan, maka pemerintah tidak bisa mengambil keputusan apapun. "Sebab prosesnya masih dalam pengkajian Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Kulonprogo," jelasnya lagi. (Rul)


Bookmark this page :

Ada 1 komentar untuk artikel ini. Halaman

  • daldiri@Rabu, 24 Maret 2010 20:58:17

    tak pikir-pikir koq, gayanya seragam dan kayak gitu terus, keliatan bukan aktor lokalan, bukan asline. KP neeed change?


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi