Produk Gagal Rilis Album 'Mariyuana'
Sabtu, 06 Maret 2010 20:10:00

SLEMAN (KRjogja.com) - Sewindu sudah The Produk Gagal (PG), band yang mengusung orkes moral asal Yogyakarta mewarnai dunia musik tanah air. Bertepatan dengan sewindu perjalanannya, PG merilis album bertajuk "Marijuana"? dengan mengusung 9 lagu yang lebih bervariatif? dalam meramu musik dangdut, ska, rock, jazz, hingga akustik.

"Kalau di label indie ini merupakan album ke empat, tetapi kalau di kancah musik nasional dengan dibawah naungan Top Record ini adalah album pertama dengan konsep lagu yang bervariatif tanpa melupakan konsep dasar musik yang menjadi ciri khas kami, yaitu selalu mengangkat tema-tema sosial yang ada di masyarakat," kata salah seorang vokalis PG, Dodi atau Gepeng kesana kesini dalam pers conference di Warung Mbak Shasa, Jalan Flamboyan, Gejayan, Sabtu (6/3).

Gepeng mengatakan, album pertama yang berjudul Marijuana atau singkatan dari mari berjuang atasi narkoba ini berisi 9 lagu, beberapa lagu lama ada yang dirilis ulang. Salah satu judul lagunya adalah Jangan Hancurkan Bumiku. "Lagu ini merupakan semacam ajakan kepada generasi muda, agar lebih mencintai lingkungan ," ujar Gepeng.

Dari lirik lagunya sendiri ingin mengatakan sebuah ajakan agar generasi muda jangan sampai terpengaruh narkoba. "Kita ingin membuat generasi muda sadar bahwa hidup dan masa depannya sangatlah penting," katanya.

Personil lain, Ari Peyeq mengatakan lagu-lagu lain yang nantinya ada dalam album pertama mereka adalah selain Marijuana, Jangan Hancurkan Bumiku ada Misteri di balik punggung (new version), Puteri Indonesia, Lelaki Buaya, Jangan Jadi TKI, Viva Indonesia, Aku Polisi, Motorku serta Malam Kelabu.

Jumlah personel PG awalnya adalah 15 orang, sebelum perjalanan akhirnya digawangi 9 personel yang dipertahankan hingga kini, yaitu tiga orang vokal yang terdiri dari Dodi Gepeng Kesana-kesini, Rully dan Deni Cubluk. Sementara gitar dimainkan Bayu dan Cendy, Gober pada bas, Adjie Komet? bermain drum dan perkusi, Ari Peyeq pada Ukulele dan marakas perkusi, dan Heru Blengor yang bermain kendang Sunda

Ciri khas PG adalah selalu melakukan aksi panggung yang jenaka, nakal, sekaligus nyeleneh. Selain aksi panggung yang memancing tawa, kostum para personel yang nyeleneh inilah yang jadi ciri khasnya." Kami sering dicap sebagai band humor padahal kita bukan band humor karena aliran yang diusung merupakan orkes moral," ujar Ary

Gepeng mengisahkan perjalanan grup band The Produk Gagal diawali dari album pertamanya adalah album kompilasi yang dibuat dengan sebuah label di Bandung. Lalu setelah album pertama membuat mini album dengan judul Bajakan. Setelah itu album kedua dirilis full album, berbentuk kaset saja, judulnya Wangikan Dunia.

Bermusik, dalam pandangan PG adalah untuk menyampaikan pesan, dan mereka memilih jalur aliran orkes moral. Aliran orkes moral dulu pernah diusung grup Pengantar Minum Racun (PMR) dan Pancaran Sinar Petromak (PSP). Kedua grup inilah yang menjadi literatur bermusik bagi The Produk Gagal. Dalam orkes moral meramu musiknya dalam dangdut, rock, jazz, hingga pop yang variatif. “Bagi kami membuat lagu itu sudah sangat susah dan butuh inspirasi yang juga tidak mudah. Akan sangat tidak baik jika kemudian kita merusaknya,” kata Gepeng

Album PG yang pertama ini nantinya akan di launching di MU Cafe Jakarta pada tanggal 19 Maret 2010 yang sebelumnya akan diadakan pula pre launch di Liquid Next Generation tanggal 9 Maret 2010. "Kami sadar sepenuhnya, bahwa kami tidak akan bertahan hingga 8 tahun tanpa dukungan kuat dari keluarga, sahabat dan teman-teman, dengan bertambahnya usia PG, PG ingin selalu dapat memotivasi dengan musiknya sendiri yang selalu kritis sosial untuk mewarnai musik Indonesia tanpa dijajah musik Melayu dengan lirik yang khas menggelitik dan tidak menggurui," pungkas Ari. (Fir)


?


Berita terkait :
Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi