|
YOGYA (KRjogja.com) - Sebanyak 7.000 ton gula impor atau gula kristal putih akan segera didatangkan dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX. Akibat proses lelang yang belum selesai, hingga saat ini gula impor tersebut tertunda pengiriman dan diberi batas waktu pengiriman hingga 15 April 2010 mendatang.
"Saat ini, DIY belum menerima gula impor itu dikarenakan proses lelang di PTPN IX belum sepenuhnya selesai," terang Kepala Bidang Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY, Ir Hardiyanto di Yogyakarta, Selasa (9/3).
Hardiyanto menambahkan, harga gula di pasar masih cukup tinggi, yaitu rata-rata masih mencapai Rp 10.500 per kilogram. Namun demikian, kondisi ini sudah turun bila dibanding harga gula pada akhir tahun lalu.
"Kami mencoba untuk melakukan koordinasi terkait impor gula kristal putih ini. Tetapi masyarakat tidak perlu khawatir meskipun impor gula tersebut terhambat namun stok gula pasir di DIY untuk dua bulan ke depan masih cukup. Tetapi memang akan dijual pada harga tinggi," ujarnya.
Setelah impor gula kristal putih masuk ke DIY dan musim giling tebu dimulai pada bulan Mei, rarapnya, tidak akan ada lagi lonjakan permintaan. Dengan itu, maka harga gula pasir akan turun. "Tetapi, memang tidak dapat diprediksikan berapa penurunan harga gula pasir itu," lanjutnya.
Pemerintah memberikan alokasi impor gula kristal putih sebanyak 500.000 ton, yaitu PTPN IX sebanyak 81.000 ton, PTPN X 94.500 ton, PTPN Xl 103.500 ton, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) 85.500 ton, Perum Bulog 50.000 ton dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) 85.500 ton.
"Realisasi impor gula kristal putih tersebut masih tersisa sebanyak 89.500 ton hingga pertengahan Februari, masing-masing 25.500 ton untuk RNI, 35.500 ton PTPN IX dan 28.500 ton untuk PTPN XI. Pemerintah telah memberikan batas waktu hingga 15 April bagi ketiga BUMN tersebut untuk dapat merealisasikan impor gula kristal putih," pungkasnya. (Fir)






