506 Ha Padi Di Klaten Terserang Wereng Coklat
Rabu, 10 Maret 2010 07:23:00
Petani di Kecamatan Delanggu sedang memanen tanaman padi miliknya. Foto: Atiek Widyastuti H

KLATEN (KRjogja.com) - Seluas 506 hektare (Ha) tanaman padi di Kabupaten Klaten terserang hama wereng coklat. Hama itu menyerang delapan kecamatan dan paling banyak di Kecamatan Delanggu (199 Ha), Wonosari (110 Ha) disusul Juwiring (105 Ha).Ketiga kecamatan tersebut sering dijuluki segitiga emas terhadap serangan wereng coklat, karena hampir setiap musim padi selalu ada serangan wereng.

Demikian disampaikan Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultural (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, Ir Wahyu Prasetyo MSi didampingi Kasi Perlindungan Tanaman dan Rehabilitasi Lahan (PTRL) Ir Joko Siswnto MP ketika ditemui KRjogja.com di ruang kerjanya, Selasa (9/3). Di tiga kecamatan tersebut lanjut Wahyu, memamg sulit dalam menanggulangi wereng, karena hampir setiap tahun selalu ada tanaman padi.

"Kami sudah melakukan gerakan pemberantasan wereng selama Januari-Maret ini. Tapi kami akui memang sudah mengendalikan pertumbuhan wereng nya, karena areal tanaman padinya sangat luas. Sedangkan pertumbuhan wereng antara bertelor sampai menetas hanya butuh waktu delapan hari dan dalam sekali netas bisa sampai ribuan
ekor," kata Wahyu.

Di Kabupaten Klaten menurut Wahyu, tidak mengenal musim dalam pertumbuhan padi. Hampir setiap bulan selalu ada yang panen padi. Hal itu yang menyulitkan pemberantasan wereng, karena untuk memberantas wereng salah satu jalannya dengan memutus tali rantainya. Itu juga tidak bisa dilakukan hanya di satu daerah, melainkan secara serentak.

"Biasanya kalau Klaten ada serangkan, kabupaten yang letaknya bersebelahan seperti Sukoharjo dan Boyolali juga akan terkena. Rata-rata yang terkena memang di daerah itu-itu saja karena sudah tergolong sebagai daerah endemis terhadap serangan wereng. Perlu kerjasama antara kita dengan dua kabupaten itu untuk memecahkan
permasalahan ini secara bersama-sama," ungkap Joko. (R-6)


Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi