|
|
Ilustrasi (Foto:Jarot Sarwo) |
|
PURWOREJO (KRjogja.com) - Harga beras jenis IR 64 di tingkat penggilingan Kabupaten Purworejo turun dan saat ini sekitar Rp 4.600 - 4.800. Dua minggu lalu, harga beras masih Rp 5.200 setiap kilogram.
Pengepul beras di Desa Singkil Kulon Kecamatan Ngombol, Triyono mengatakan, penurunan harga tersebut merupakan hal wajar saat terjadi panen. "Biasa terjadi setiap panen. Namun, harga tidak akan turun jauh dibawah standar saat ini," ungkapnya kepada KRjogja.com, saat menggiling gabah di Desa Sendangsari Kecamatan Purwodadi, Rabu (10/3).
Dijelaskan, harga akan bertahan lantaran sudah ada standar dari pemerintah. Lanjutnya, pemerintah telah menetapkan harga pembelian gabah kering panen, gabah kering giling serta beras. Menurutnya, petani diperkirakan tidak akan menjual gabah lebih rendah dari harga saat ini. "Sekarang harga gabah basah di sawah terendah menyentuh Rp 2.400 setiap kilogram," imbuhnya.
Triyono membeli gabah pada petani dengan harga Rp 2.500 hingga Rp 2.700 setiap kilogram. Ia memroses gabah dengan menjemur serta menggilingnya. Lanjutnya, selisih harga beras dengan beli gabah pada petani untuk mengganti biaya produksi yang dikeluarkan serta memperoleh sedikit keuntungan.
Senada petani di Desa Malangrejo Kecamatan Banyuurip, Suparman mengaku sudah tidak bisa lagi menjual gabah dengan harga tinggi. Lanjutnya, pengepul gabah hanya berani membeli gabah basah di sawah Rp 2.400 setiap kilogram. "Sudah terlambat, sekarang banyak petani memanen padi, otomatis harga di sawah juga turun," tandasnya saat memanen padi di 180 ubin sawah miliknya.(R-1)