|
|
Gianni Versace (Foto:Okezone.com) |
|
AKHIR hidup Gianni Versace memang tragis. Nyawanya berakhir di tangan penggemarnya sendiri. Namun, kenangannya tetap hidup dan Gianni diingat keluarga, kolega, dan sahabat terdekatnya sebagai seorang jenius fashion, hingga saat ini.
Kenangan terhadap Gianni juga dirangkum dalam sebuah buku berjudul "House of Versace: The Untold Story of Genius, Murder, and Survival” yang ditulis oleh Deborah Ball.
Dalam buku setebal 352 halaman itu, Ball bercerita tentang seluruh kehidupan Gianni, dari awal kariernya sebagai desainer di Reggio, sebuah kota kecil di selatan Italia, hingga kematiannya di Miami pada 1997.
Gianni terpengaruh fashion dari sang ibu yang merupakan seorang penjahit, sementara ayahnya adalah salesman elektronik. Gianni kecil lebih memilih menghabiskan waktu di workshop milik sang ibu, mengenal bahan, mempelajari pola, serta terkadang membantu menjahit busana-busana pesanan langganan sang ibu.
Tak dinyana, Gianni menemukan surganya di dunia fashion, dia pun kemudian banyak membantu sang ibu dalam menemukan pola-pola baru.
Untuk lebih memperkaya pengetahuannya akan fashion, Gianni pun hijrah ke Milan. Tak berapa lama, kakak dan adik Gianni, Santo dan Donatella, mengikutinya pindah ke Milan. Pada waktu itu Gianni telah mendirikan labelnya sendiri.
Dengan bantuan sang kakak dalam hal bisnis dan sang adik selalu siap sedia di sampingnya sebagai asisten kreatif, ketiga bersaudara itu akhirnya mendirikan kerajaan mode baru, Rumah Mode Versace. Selama satu dekade, mulai tahun 80-an hingga 90-an, Versace mengalami peningkatan pesat. Rancangan Gianni yang seksi dan segar terkenal hingga ke Prancis.
Gianni pun menjadi desainer baru yang dipuja fashionista dengan koleksi siap pakai praktis dengan aura seksi, mengalahkan gaya busana kaku yang sempat mendominasi Eropa.
Ragam bentuk, warna, serta siluet yang memeluk tubuh membuat koleksi Gianni dengan cepat menjadi favorit selebriti di era itu, termasuk di antaranya Madonna, Putri Diana, juga Elton Jauh. Hal itu tentu saja melambungkan nama Gianni sebagai celebrity darling bahkan hingga ke tanah Amerika.
Tapi Gianni tidak menikmati suksesnya dalam waktu lama. Kehidupannya harus berakhir oleh peluru yang ditembakkan salah seorang penggemarnya ketika Gianni tengah menikmati paginya di vilanya di Miami, pada tanggal 15 Juli 1997.
Sejak itu, Donatella yang sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan fashion, naik menjadi direktur kreatif menggantikan Gianni. Namun sayang, kreativitas Gianni tak menular pada Donatella.
Koleksi awalnya untuk Versace menuai banyak kritik dan dianggap terlalu mengikuti gaya Gianni.Ketidakpastian rancangan Donatella membuat pamor Versace menurun.
Editor fashion menyebut Versace kehilangan karakter dan buyermulai berpaling ke label lain. Buku yang ditulis Ball ternyata tidak hanya tentang Gianni, tapi juga tentang Donatella dan Santo.
Bagaimana keduanya berjuang mengembalikan kejayaan label hingga akhirnya bisa mengembangkan Versace dalam berbagai lini usaha, termasuk desain interior serta lini sekunder Versus, yang baru-baru ini dirilis di Milan dan ditangani oleh desainer muda Inggris, Christopher Kane.
”Apa yang saya lakukan dengan menulis buku ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai kematian Gianni Versace yang selama ini menjadi misteri. Begitu pula dengan kehidupan keluarga Versace yang terkesan menutup diri,” pungkas Ball. (Okz/Tom)