|
YOGYA (KRjogja.com) - Kinerja ekspor DIY pada 2010 cenderung akan meningkat. Peningkatan ini terlihat dari adanya kenaikan ekspor sampai Februari 2010 dibanding tahun lalu, baik dari volume 4,36 juta kg menjadi 5,43 kg, maupun nilainya, yakni 20,43 juta US dollar menjadi 5,23,31 juta US dollar.
PLH Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DIY, Surendro mengatakan, hal ini cukup menggembirakan, walaupun kedepan belum ada jaminan kinerja ekspor DIY tahun 2010 akan meningkat. “Tapi bila dilihat dari tren perkembangan jumlah penerbitan SKA/COO pada bulan ke bulan tahun 2010, cenderung ada peningkatan," terangnya saat membuka acara Bimtek Kebijakan Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangan RI, di Hotel Inna Garuda, Kamis (11/3).
Dipaparkannya, komoditi tekstil, kayu dan kulit merupakan komoditi utama dari DIY, ditambah dengan perak, batu, kertas, lampu, minyak astiri dan teh hijau. Kesemuanya memberikan kontribusi sekitar 80% dari total ekspor DIY. "Sedangkan sisanya merupakan ekspor komoditi aneka produk kerajinan seperti pandan, enceng gondok, bambu, dan tanak liat,"ujarnya.
Surendro meneruskan, agar perolehan nilai dan volume ekspor DIY tidak ketinggalan dengan provinsi lain, perlu dilakukan pengembangan produk ekspor denga nilai tambah cara. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan pengembangan kelembagaan penunjang ekspor. "Selain itu, dilakukan pula penyederhanaan administrasi ekspor, karena telah dibangunnya kawasan inland port di Kulonprogo," jelasnya. (Den)






