BKLDK DIY Tolak Kedatangan Obama
Jumat, 12 Maret 2010 14:46:00
Ilustrasi. (Foto : Dok)

YOGYA (KRjogja.com) - Ratusan massa yang tergabung dalam Badan Koordinasi Lambaga Dakwah Kampus (BKLDK) DIY, menggelar aksi dari Bundaran UGM menuju Kantor Pos Besar Yogyakarta, Kamis (12/3). Massa menyerukan penolakan keras terhadap rencana kedatangan presiden Amerika Serikat, Barrack Obama ke Indonesia pada 20-22 Maret mendatang.

Koordinator aksi Hamid Amali mengungkapkan, sudah seharusnya pemerintah maupun rakyat Indonesia tidak memberikan kompromi apapun terkait dengan segala hal menyangkut negara yang dianggap telah menguras kekayaan Indonesia tersebut. Menurutnya, tidak sepantasnya rakyat Indonesia memberikan sambutan terhadap kedatangan pemimpin negara adikuasa itu.

"Ibarat Bos besar yang ingin memastikan ladang miliknya aman, kedatangan Obama adalah untuk memastikan ladangnya yang bernama Indonesia ini tetap aman untuk dikuras,. dimana hal tersebut justru disambut dengan sikap pemimpin Indonesia yang malah mengungkapkan ingin menjalin kerjasama dengan Amerika. Itulah yang akan menjadikan Indonesia masuk lebih jauh kedalam penjajahan Amerika," katanya.

Dijelaskannya, jika benar kerjasama antara Indonesia dan Amerika itu benar terjadi, maka yang akan mendapatkan keuntungan dari semua itu hanyalah satu pihak saja yakni Amerika. "Amerika untung, dan Indonesia buntung. Labih spesifik lagi yang akan menderita adalah rakyat. Sedangkan penguasa termasuk yang untung karena citranya dimata Amerika akan meningkat," tegasnya.

Dalam pandangan BKLDK DIY, apapun alasannya, kedatangan Obama tidak layak disambut apalagi dimuliakan. Terlebih kedatangan Obama dipastikan akan semakin mengokohkan penjajahan ekonomi dan sistem kapitalisme sekuler yang nyata menjadi sumber problematika bangsa Indonesia.

"Untuk itu, kami menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan segala tipu daya Amerika dan SBY dengan segala ungkapan kerjasama. Karena jika ada yang dengan senang hati menyambut penjajah, maka tidak bisa ditafsirkan lain kecuali dirinya adalah juga antek penjajah," tandasnya. (Ran)


Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi