|
|
Ilustrasi (Foto:Dok) |
|
YOGYA (KRjogja.com) - PT Bank Mandiri Tbk terus mendukung pertumbuhan industri kelapa sawit nasional berwawasan lingkungan melalui pemantauan yang ketat terhadap penerapan bisnis sebelum mengucurkan kredit.
"Hingga Desember 2009, fasilitas kredit yang dikucurkan mencapai Rp 23,6 triliun atau tumbuh 24 persen dibandingkan tahun 2008. Rinciannya, Rp 15,6 triliun untuk perkebunan sawit on-farm. Sedangkan, pembiayaan untuk industri hilir seperti Refinery, Oleochemical sebesar Rp 7,9 Triliun, dan untuk perdagangan produk kelapa sawit sebesar Rp 900 miliar, " kata Senior Vice President Corporate Banking Agro Based Bank Mandiri Sunarso melalui keterangan tertulisnya kepada KRjogja.com, Jumat (12/3).
Sunarso menjelaskan pada proses awal sebelum memberikan fasilitas pembiayaan, terdapat Industry Acceptance Criteria perusahaan perkebunan kelapa sawit. Maksudnya, setiap perusahaan yang dibiayai perseroan harus mematuhi setiap peraturan pemerintah terkait lingkungan. Selanjutnya, bank akan melihat salah satu kualifikasi yang diterapkan oleh perusahaan bersangkutan terutama analisa dampak lingkungan. Selain itu, aspek pengelolaan lingkungan di internal perusahaan untuk menetapkan rating yang menjadi acuan tingkat pricing atau suku bunga dan besarnya pembiayaan.
"Bank Mandiri berkomitmen mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mendorong nasabah untuk terus mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan sustainable," kata Sunarso.
Sunarso menjelaskan perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya sangat potensial untuk terus tumbuh. Sebab, memiliki comparative advantage yang membuat komoditas ini lebih unggul dibandingkan komoditas minyak nabati sejenis seperti soyabean, rapeseed, dan minyak canola terutama jumlah produksi dalam satu tahun pada setiap hektar lahan. Selain itu, menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan dapat menggantikan bahan bakar minyak bumi.
"Hal ini menjadikannya faktor pertimbangan industri kelapa sawit akan terus tumbuh. Terlebih, saat ini Indonesia telah menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan produksi mencapai 20 juta ton per tahun dan luasan areal mencapai 7 juta hektar," imbuhnya. (Tom)