|
|
Foto: Istimewa |
|
LAHORE (KRjogja.com) - Rangkaian peristiwa ledakan bom termasuk aksi bom bunuh diri di Pakistan hingga kini telah menewaskan lebih dari 3 ribu jiwa sejak tahun 2007. Pihak militan Taliban dan kelompok Al Qaeda seringkali berada dibelakang aksi ini. Mereka mengecam kerjasama antara Pakistan dengan Amerika Serikat.
Peristiwa terbaru menyebutkan, dua ledakan yang ditargetkan kepada pihak militer kembali terjadi di Pakistan. Akibatnya 39 orang dilaporkan tewas dalam ledakan yang berlangsung hampir bersamaan. Sementara nilebih dari 100 orang lainnya dikabarkan terluka dalam kejadian.
Insiden yang terjadi di Lahore, Pakistan, ini dilakukan oleh dua pelaku yang diduga melakukan aksi bom bunuh diri. Dua pelaku diketahui berjalan menuju kendaraan militer Pakistan di wilayah padat R A Bazaar, Lahore. Mereka meledakan dirinya dikerumunan warga yang sedang makan sebelumnya berlangsungnya Salat Jumat (12/3).
Usai ledakan, pihak militer langsung menutup area lokasi ledakan yang menutup akses kepada jurnalis saat ambulans bergegas menuju lokasi ledakan.
Seorang warga yang melihat langsung kejadian ini menyatakan, jika ledakan pertama tidak terlalu keras. Namun ledakan kedua yang berlangsung hampir bersamaan terdengar amat keras dan menyebabkan sebuah kendaran militer hancur.
"Kami memiliki dua potongan kepala dari para pelaku pengeboman. Kedua ledakan terjadi dalam selisih waktu 15 detik sementara pelaku melakukan aksinya dengan berjalan menuju lokasi ledakan. Mereka mengincar kendaraan militer," ungkap petugas polisi Chaudhry Mohammad Shafiq, Jumat (12/3).
"Setidaknya 39 orang tewas. Beberapa anggota militer menderita luka-luka dan di antaranya ada yang dalam kondisi kritis," tandasnya.
Belum ada pihak yang bersedia bertanggung jawab atas insiden ini. Namun diduga keras jika pihak Taliban ataupun Al Qaeda berada dibalik serangan mematikan ini.
Serangan kali ini makin mempertegas aksi kekerasan yang melanda wilayah Lahore akhir-akhir ini. Senin 8 Maret lalu sebuah bom bunuh diri yang menyerang sebuah pasar menyebabkan 15 orang tewas. Pihak Taliban mengklaim bertanggung jawab dalam insiden ini. (okz/yan)