BEKASI (KRjogja.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menunggu bantuan empat unit truk sampah bantuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang hingga sekarang masih belum diserahkan. Meskipun truk sampah itu telah dijanjikan sejak April 2009 saat dilaksanakan pencanangan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bantar Gebang.
"Ada petugas dari Dinas Kebersihan DKI yang datang ke sini dua minggu lalu dan mereka sudah mengambil logo untuk ditempel di mobil bantuan. Kita tunggu saja realisasinya," kata Kepala Bidang Pendataan, Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Abdul Malik, di Bekasi, Jumat (12/3).
Sebelumnya Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna, menyatakan, akan membantu empat unit mobil jenis dump truk untuk membantu kelancaran pengangkutan sampah di Kota Bekasi. DKI Jakarta sendiri setiap hari membuang sampah sebanyak 5.000-6.000 ton ke Bantar Gebang.
Untuk Kota Bekasi sendiri, keberadaan mobil dump truk pengangkut sampah tersebut masih sangat kurang. Berdasarkan data setiap 10 ribu jiwa harus tersedia satu unit mobil sampah sehingga dibutuhkan setidaknya 200 mobil. "Kita sekarang memiliki armada sebanyak 83 unit dan sebagian diantaranya ada yang berumur 10 tahun hingga diperlukan peremajaan," ujarnya.
Truk sampah berkapasitas enam kubik tersebut nantinya akan dimanfaatkan secara optimal hingga bisa mengatasi kekurangan armada pengangkut sampah dengan meningkatkan jadwal pembuangan sampah. Untuk sampah di dalam Kota Bekasi sendiri, setiap harinya mencapai 2.000 ton lebih, sebagian besar dibuang ke TPA Sumur Batu Bantar Gebang.
Khusus sampah di Kota Bekasi yang berada di 12 pasar yang dikelola Pemkot serta beberapa perumahan telah disediakan peralatan pencacah sampah hingga volume sampah yang harus dibawa ke TPA berkurang tajam. "Untuk sampah sebanyak empat meter kubik, setelah dipilah dan dihancurkan dengan mesin pengolah sampah akan tersisa hanya satu meter kubik yang perlu dibuang ke TPA, hingga sangat membantu," ujarnya. (Ant/Van)






