Sebaiknya PSIS Bertanding di Stadion Jatidiri
Sabtu, 05 September 2009 17:16:00

SEMARANG (KRjogja.com)- Tim PSIS yang kini berlaga di kompetisi Divisi Utama lebih baik tetap bertanding di Stadion Jatidiri, daripada beralih ke Stadion Citarum yang ada di wilayah Semarang bagian bawah. Memang betul, stadion Citarum milik Pemkot Semarang sehingga dari sisi sewa relatif murah. Namun, manajemen PSIS perlu memikirkan pula kendala-kendalanya.

Hal itu, dikemukakan Sekum PSIS Priyo Anggoro yang sehari-hari Sekrerataris Dewan DPRD Tk I Jateng kepada KRjogja.com, Sabtu (5/9) di ruang kerjanya, menanggapi keinginan Yoyok Sukawi Direktur PT Mahesa Jenar.

Dijelaskan lebih lanjut, kalau PSIS berkeinginan bertanding di stadion Citarum harus memikirkan pula sekitar wilayah stadion. Sebab, tepat di belakangnya ada rumah sakit. Selain itu, bersebelahan pula dengan pemukiman ditambah arus lalulintas pun sangat padat. Sehingga memerlukan pemikiran serius manajemen jika ingin pindah.

"Lebih baik stadion Citarum untuk berlatih saja dan pertandingannya tetap di stadion Jatidiri yang milik Pemprov Jawa Tengah," tandas Priyo Anggoro sembari menambahkan, masalah mahalnya harga sewa kan bisa dirembug.

Sementara itu, pengurus PSIS harus berpikir ulang untuk meniadakan seleksi dalam pembentukan tim. Pasalnya, antusiasme pemain yang melamar masih tinggi. Sebagian besar pelamar pernah merasakan kompetisi Liga Indonesia.

"Banyak pemain berpengalaman yang sudah menghubungi saya. Namun, yang resmi mengajukan lamaran dan serius ingin bergabung sebanyak 14 orang. Itu di luar mereka yang diincar tim talent scouting,” ujar Komisaris PT Mahesa Jenar Ari Wibowo petang kemarin.

Melihat antusias yang tinggi, tidak bisa tidak, seleksi pemain perlu digelar, tandas Ari namun tidak bersedia menyebutkan nama-nama pelamar itu. Mereka terdiri 10 pemain dalam negeri dan empat ekspatriat.

Para pemain domestik antaralain mantan personel PSMS Medan dan Persitara Jakarta Utara. Bahkan ada pula yang pernah menjadi anggota timnas U-21. Sedangkan empat pemain asing tersebut berposisi sebagai gelandang serang (2) dan striker (2). Dengan demikian, jumlah pemain asing yang melamar ke tim kebanggaan Kota Semarang ini menjadi 11 orang.

Sebelumnya, tujuh ekspatriat telah menyatakan keinginannya bergabung. Padahal, musim ini Mahesa Jenar hanya butuh tiga pemain asing untuk posisi belakang, tengah, dan depan.

Ari menyadari waktu untuk menggelar seleksi sangat mepet, mengingat kompetisi bakal digelar akhir Oktober. Namun, jika kompetisi jadi diundur mulai Desember, seleksi untuk memilih pemain yang benar-benar berkualitas dan sesuai kebutuhan tim, bakal berjalan optimal.

”Untuk mengadakan seleksi saat ini, jelas tidak mungkin. Manajemen dan pelatih terpilih belum ada. Kemungkinan besar  baru bisa digelar usai Lebaran,” ujarnya.

Namun, sejak saat ini para pelamar sudah kami pantau. Jika tidak sesuai dengan kebutuhan tim, dia tidak akan dipanggil mengikuti seleksi.

Tentang dana untuk musim ini, Ari berharap PSIS dapat bantuan APBD. Apalagi KONI Kota Semarang sudah memberikan sinyal mau dititipi dana APBD. Hal itu  melegakan pengurus, mengingat saat ini sepakbola Indonesia belum bisa dilepaskan dari bantuan APBD.

"Jika ada kejelasan dana, manajeman dan pelatih bisa segera melangkah untuk pembentukan tim," tandas Ari Wibowo.(Fre)


Berita terkait :
Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi