|
|
Ilustrasi (Foto:Dok) |
|
SINGAPURA (KRjogja.com) - Dewan Pembangunan Ekonomi Singapura (EDB) menyatakan produksi manufaktur melonjak 58,6 persen pada Mei secara tahunan (year on year/yoy).
Kenaikan terjadi karena manufaktur meningkatkan produksi akibat lonjakan permintaan elektronik dan farmasi dari luar negeri.
"Kenaikan produksi manufaktur terutama dari elektronik dan biomedical, termasuk farmasi," kata EBD, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (26/6).
Adapun pada April, produksi manufaktur naik 49,7 persen. Produksi elektronik Mei naik 51,8 persen yoy sementara biomedical melonjak 117 persen yoy akibat lonjakan 121,8 persen yoy di farmasi.
Sedangkan untuk sektor kimia naik 19,6 persen, engineering 40,5 persen, dan rancang bangun transportasi 0,3 persen. "Secara umum, produksi manufaktur naik 45,1 persen yoy pada periode Januari-Mei," jelas EBD.
Ekonom menilai, perbaikan data produksi akan membuat Pemerintah menaikkan target pertumbuhan yang sebelumnya ditetapkan tujuh sampai sembilan persen.
Sebab, pemulihan ekonomi menunjukkan penguatan. Revisi lanjutan sedang disiapkan meskipun masih ada ketidakpastian di Eropa dan ketenagakerjaan AS yang memasuki pemulihan, papar ekonom regional CIMB Song Seng Wun. (Okz/Tom)