|
|
Salah satu pelayanan di kantor Kecamatan Jogonalan Klaten. Foto: Atiek Widyastuti |
|
KLATEN (KRjogja.com) - Gedung Kecamatan Jogonalan, mendesak untuk segera diperbaiki karena banyak atap yang sudah bocor serta dinding yang sudah retak. Selain itu, hampir semua ruangannya sempit sehingga membuat karyawan berdesak-desakan satu sama lain. Padahal, beberapa waktu terakhir kantor ini terus penambahan karyawan yang menjadikan ruangan semakin tambah sesak dan pengap karena sirkulasi udaranya juga kurang bagus.
Camat Jogonalan Pernomo Hadi SH MSi mengatakan hal itu ketika ditemui KRjogja.com, Rabu (7/7) di ruang kerjanya. Menurutnya, gedung kantor Kecamatan Jogonalan ini dibangung sejak 1 April 1969 dan belum pernah dilakukan perbaikan. Dari pertama kali menjabat sebagai Camat Jogonalan tahun 2006 lalu, sudah tiga kali lebih ia mengusulkan baik pada kalangan dewan maupun Pemerintah setempat. Namun sampai sekarang belum ada tanggapan sama sekali.
"Saya merasa kasihan pada karyawan, karena terbatasnya ruangan membuat mereka harus berdesak-desakan. Dalam satu ruangan berukuran 3X6 meter2, rata-rata diisi tujuh orang dengan meja kursi dan beberapa almari. Kondisi itu jelas sangat membuat kenyamanan dalam bekerja menjadi berkurang. Selain itu sirkulasi udaranya juga kurang, sehingga ruangannya menjadi pengap," kata Camat.
Idealnya menurut Poernomo, satu ruangan berisi satu divisi seperti ruangan bagian umum, sosial dan lainnya. Namun kondisi yang ada sekarang bercampur jadi satu karena keterbatasan ruangan. Hal ini tidak jarang membuat masyarakat sedikit terganggu karena sesaknya ruangan. Ditambahkannya perbaikan terhadap kantor Kecamatan Jogonalan tidak sebatas perbaikan saja.
"Untuk berapa besaran dana yang dibutuhkan untuk perbaikan ini, saya tidak dapat memperkirakan. Saya hanya mengharapkan, gedung kantor kecamatan ini bisa segera diperbaiki. Terlebih letak kantor ini juga tepat dipinggir jalan, jadi kalau bangunannya bagus maka juga enak dipandang," tegasnya. (R-6)