Stok Darah Golongan O di PMI Gunungkidul Minim
Senin, 19 Juli 2010 16:45:00
Persediaan darah di PMI Gunungkidul. (Foto : Dedy EW)

WONOSARI (KRjogja.com) - Tingginya permintaan darah dari rumah sakit, membuat stok darah golongan O di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul menipis. Menipisnya khusus golongan O disebabkan permintaan yang tinggi.

Menurut Kepala Unit Tranfusi Darah PMI, dr Grace Tanamal mengungkapkan, persediaan golongan O tinggal lima kantong. Rata-rata pasien di sejumlah rumah sakit ini menderita penyakit anemia. Sedangkan yang lain karena demam berdarah dan Talasemia atau kelainan darah. Khusus Talasemia memang termasuk langka, karena di Gunungkidul ditemukan lima hingga sepuluh pasien.

“Sementara untuk stok darah golongan AB tersedia empat, A ada 12 kantung dan masih 15 kantung. Menghadapi atau menyambut Ramadhan nanti, PMI akan menggandeng pihak gereja dan wihara. Agenda donor darah missal di gereja memang sudah menjadi rutin pada Bulan Ramadhan, sehingga diharapkan dengan adanya partisipasi dari gereja dan wihara persediaan donor darah masih aman,” kataGrace di kantornya, Senin (19/7).

Wilayah Gunungkidul, tambahnya, memiliki pendonor darah sukarelawan mencapai kurang lebih 500 orang yang tersebar di 18 kecamatan. Mereka secara rutin setiap tiga bulan sekali melakukan donor darah untuk mendukung tersedianya stok darah di PMI.

Bahkan, kata Grace, sekarang ini PMI juga aktif bekerjasama dengan berbagai instansi seperti Kodim 0730, Polri untuk menggelar donor darah. Bahkan serangkaian kegiatan di sejumlah tempat seperti masa orientasi siswa juga dijadikan momentum memberikan sosialiasi tentang pelaksanaan donor darah.

“Sebab masih banyak yang belum mengetahui tentang manfaat berdonor yang diantaranya mampu untuk memperlancar peredaran darah. Yang ditemukan di lapangan justru ada yang takut jika pendonor akan menjadi kurus dan sebagainya. Padahal bagi pendonor ternyata memberi manfaat selain darah lancar juga mendorong nafsu makan menjadi meningkat,” imbuhnya. (R-2)


Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi