|
|
Ilustrasi (doc) |
|
SRAGEN (KRjogja.com) - Sebanyak 1245 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sragen diketahui "menggadaikan" SK untuk jaminan mengambil kredit di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Joko Tingkir. Aksi ramai-ramai gadai SK pengangkatan PNS ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang meningkat saat musim tahun ajaran baru seperti saat ini.
Direktur BPR Joko Tingkir Sragen, Surono Hadi kepada wartawan Selasa (20/7) mengatakan, angka pemohon kredit nasabah selama tiga bulan terakhir memang mengalami kenaikan hingga 100 persen. Tercatat pada periode tiga bulan sebelumnya, pinjaman uang nasabah hanya Rp 2 miliar. Namun sejak bulan April, Mei dan Juni naik menjadi Rp 3,8 miliar.
"Mereka yang mengajukan permohonan kredit memang dari kalangan pedagang, pegawai maupun wiraswasta lainnya. Hanya saja untuk kalangan PNS mencapai 50 persen sendiri dari total nasabah," ujarnya.
Menurut Surono, pengajuan kredit bagi PNS mayoritas dengan memberikan jaminan berupa SK pegawai dengan angka pinjaman bervariasi antara Rp 20 juta hingga Rp 150 juta. Meningkatnya angka pemohon kredit di BPR Joko Tingkir ini disinyalir karena tingkat suku bunga rendah antara 1 persen-1,25 persen sehingga menarik para nasabah.
Peningkatan jumlah nasabah pemohon kredit terutama dari kalangan PNS, jelasnya, disebabkan meningkatnya kebutuhan terutama pada tahun ajaran baru. Dari para nasabah yang mengajukan kredit selama ini, alasan utama yang dicantumkan dalam formulir pinjaman adalah untuk membiayai sekolah anak.
Sementara meningkatnya permohonan angka kredit nasabah ini telah memberikan keuntungan laba bagi BPR Joko Tingkir dalam semester pertama mencapai Rp 423 juta. Sedangkan target laba dalam tahun 2010 dipatok Rp 712 juta, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 687 juta. Sedangkan jumlah nasabah BPR Joko Tingkir saat ini mencapai 2300 orang dari berbagai kalangan terutama pedagang dan PNS.
Untuk total aset yang dimiliki BR Joko Tingkir Sragen saat ini sudah mencapai Rp 72 miliar. "Meningkatkan jumlah nasabah selama ini dengan cara memberikan promosi dan undian bagi pemohon kredit berupa sepeda motor maupun hadiah lainnya," tambah Surono Hadi. (Sam)