Pencurian Perhiasan Marak di Sragen
Senin, 26 Juli 2010 20:11:00

SRAGEN (KRjogja.com) - Warga Sidoharjo Sragen dihantui keresahan menyusul merebaknya aksi pencurian perhiasan dan uang di wilayahnya beberapa hari terakhir. Tercatat, sebanyak 7 kali pencurian terjadi dalam rentang sepekan terakhir. Anehnya, tidak hanya uang yang disimpan di lemari atau tempat terbuka, uang yang di dalam celengan pun turut menjadi sasaran pencurian.

Teror pencurian barang berharga ini terjadi sejak awal pekan ini. Diawali dari rumah Jumirin (55) warga Karanganom RT 7, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo. Ia mengaku kaget setelah mendapati 10 gram kalung dan uang simpanannya di lemari hilang. Aksi pencurian itu diduga terjadi pada saat rumahnya sepi karena ditinggal pemiliknya ke sawah.

"Saya tahunya begitu masuk rumah pintu sudah terbuka. Setelah saya cek lemari ternyata perhiasan dan uang saya hilang. Anehnya yang diambil hanya Rp 1.400.000, padahal uangnya ada sekitar Rp 2 juta lebih," ujarnya, Senin (26/7).

Belum reda keterkejutan warga, sehari berikutnya giliran tetangga sebelah Jumirin, Pardi (45) yang mengadu kehilangan perhiasan gelang dan kalung milik istrinya bernilai jutaan rupiah. Teror kembali berlanjut tiga hari kemudian. Kali ini rumah Ketua RT 7 Karanganom Patihan, Suyatno yang menjadi sasaran. Perhiasan kalung seberat 5 gram yang disimpan di kotak perhiasan diketahui raib. Anehnya, liontin yang menempel di kalung justru ditinggalkan. Anehnya lagi, barang perhiasan lainnya seperti gelang dan cincin yang juga ada di kotak itu masih aman.

Seolah tak henti, aduan soal kehilangan ini terus menjadi. Dalam kurun sepekan, beberapa warga wilayah itu terus mengadukan kehilangan uang atau perhiasan mereka. Bahkan, salah seorang warga Watik (28) mengaku uang di celengannya habis tak tersisa. Diperkirakan uang yang berada di celengan sekitar Rp 1 juta.

"Yang jelas saya sudah memasukkan uang ratusan ribu beberapa kali. Tapi tadi pas saya cek ternyata sudah kosong. Padahal celengannya juga masih utuh," tukas perempuan yang baru saja melahirkan ini.

Atas musibah tersebut, beberapa korban pernah mencoba mendatangi paranormal untuk mencari tahu siapa dalang dibalik teror pencurian berantai tersebut. Hanya saja, hingga kini belum terkuak apakah pelakunya adalah manusia atau memang ada pelaku dari alam lain.

"Sampai sekarang tidak ada warga yang berani menyimpan uang di rumah.Kami juga tidak melapor ke aparat karena semua masih takut,"ujar Suyatno, Ketua RT 7 dukuh setempat. (Sam)


Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi