Sembilan Juta Tabung Gas Melon Non SNI Ditarik
Rabu, 28 Juli 2010 14:36:00
Ilustrasi (Foto:Dok)

JAKARTA (KRjogja.com) - Korban ledakan tabung gas berukuran 3 kilogram terus bertambah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah dalam waktu dekat akan menarik sembilan juta tabung gas tiga kilogram non-Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Secepatnya, ada sekira sembilan juta yang ditengarai tidak SNI. itu import, standar Australia," ujar Menkokesra Agung Laksono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/7).

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga akan ditingkatkan. Pihaknya sudah melaporkan rencana sosialisasi tersebut kepada Wakil Presiden Boediono. "Diperlukan kerja sama antarkementrian untuk melakukan sosialisasi ini. Bila perlu door to door," imbuhnya.

Indikasi kerusakan tabung gas, kata dia, bisa dideteksi saat pengisian tabung gas. Jika ditemukan kerusakan maka tabung gas tersebut harus segera ditarik dan diganti yang baru. Tabung gas yang tidak berstandar ditengarai sebagai penyebab terjadinya ledakan. "Itu berstandar internasional seperti Jepang dan Australia," kata dia.

Lantas kenapa bisa lolos? "Itu kebijakan lama. Bukannya jelek tapi hanya standar internasional, bukan SNI," tandasnya.(Okz/Tom)


Bookmark this page :

Belum Ada komentar untuk artikel ini. Silakan tambah komentar.


Komentar

Nama

E-mail

Komentar

Kode Verifikasi