Penerima Beasiswa Memotivasi Semangat Belajar

Para sukarelawan pendamping belajar anak bersama Bupati Juliyatmono (tengah) di Perpustakaan Daerah. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Kehadiran alumni penerima beasiswa program Karya Salemba Empat di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karanganyar menambah jaringan sukarelawan pendamping belajar anak. Para alumnus program tersebut membagi pengalaman belajar dan memotivasi kiat sukses meraih ilmu.

“Bentuk pengabdian ke masyarakat. Bagaimana kita sebagai orang yang pernah mendapat beasiswa pendidikan berbagi pengalaman ke adik-adik di Karanganyar,” ujar Putriana, perwakilan alumnus dari Karya Salemba Empat di kegiatan One Day Inspiring, Forever We Learn kepada KRJOGJA.com di kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Karanganyar.

Gadis berjilbab asal Jakarta ini membawa sejumlah sukarelawan pendamping belajar anak yang juga alumnus penerima program beasiswa. Di hadapan puluhan peserta didik usia SD sampai SMA di Karanganyar, mereka membuka kelas motivasi selama sehari. Para sukarelawan ini juga menyajikan informasi beasiswa pendidikan yang disediakan Yayasan Karya Salemba Empat.

“Yayasan ini memiliki donatur lebih dari 20 perusahaan. Membiayai beasiswa lebih dari 20 universitas di Indonesia. Sedangkan tugas kami disini memotivasi anak-anak di Indonesia agar semangat meraih mimpi. Kegiatan seperti ini diselenggarakan secara estafet di Jakarta, Bekasi, Yogya, Semarang dan sekarang Karanganyar,” katanya.

Alumnus program beasiswa asal Karanganyar yang kini mendirikan Youth Education and Sharing (YES) Community Karanganyar, Ratna Yunita Handayani menyambut baik keikutsertaan sukarelawan dari yayasan Karya Salemba Empat mendampingi belajar anak. Ia menyadari kegiatan sosialnya membutuhkan tenaga ekstra.

“Kita terus menjalin kerjasama dengan eksternal. Misalnya paguyuban alumni penerima beasiswa. Kerjasama dengan Pemda sudah cukup baik melalui penyediaan sarana bimbel di kantor perpustakaan,” ujar Nita, sapaan akrabnya.

Dulunya bimbingan belajar (bimbel) gratis ke pelajar terpaksa menumpang di Masjid Agung. Nita dan kawaan-kawannya kini memberikan bimbel kepada 37 peserta dengan materi pelajaran akademik sebanyak 40 persen dan pendampingan karakter 60 persen.

“Kebanyakan orangtua mengedepankan prestasi akademik. Tidak salah. Tapi terlebih penting memupuk kejujuran dan membangun karakter positif anak. Setiap akhir sesi bimbel, tiap anak harus cerita apapun itu ke kita,” katanya.(R-10)

Tulis Komentar Anda