DIY Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 07 Juli 2018 / 07:30 WIB

Akibat PPDB Zonasi, Tambah Sekolah di Yogya Selatan

YOGYA, KRJOGJA.com - Kekhawatiran dampak lokasi SMPN Kota Yogya yang tidak merata akhirnya terjadi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi. Terutama siswa yang tinggal di Yogya selatan dan kalah bersaing jarak. Hal itu menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera menambah sekolah di kawasan tersebut.

Baca Juga: Terbukti Manipulasi SKTM, Orangtua Bisa Terancam Pidana

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Dari total 16 SMPN di Kota Yogya, hanya ada empat sekolah yang berada di Yogya selatan yakni SMPN 9, SMPN 10, SMPN 13 dan SMPN 16. Hasil sementara PPDB zonasi, siswa yang jarak rumahnya kurang dari satu kilometer harus gigit jari lantaran kalah bersaing.

"Kami menyadari betul potensi permasalahan seperti itu. Makanya dari kuota 90 persen zonasi, kami bagi dua jalur yakni 15 persen untuk prestasi dan 75 persen zonasi murni. Dua jalur itu bisa ditempuh bagi siswa dalam kota. Harapannya, siswa dari Yogya selatan yang memiliki nilai tinggi memanfaatkan jalur prestasi," urai Kepala Disdik Kota Yogya, Edy Heri Suasana, Jumat (6/7/2018).

Namun demikian, ada beberapa siswa yang mengajukan pendaftaran melalui jalur prestasi ternyata tidak memanfaatkan secara maksimal. Meski 16 SMPN bisa dimasukkan dalam kolom pilihan, namun justru hanya memasukkan empat hingga lima pilihan.

Terkait usulan pembagian beberapa zona sebagai tambahan poin jarak layaknya di Bantul dan Sleman, menurut Edy, akan dikaji untuk PPDB tahun depan. Akan tetapi, pihaknya saat ini fokus untuk memperbanyak daya tampung SMPN dengan menambah sekolah yang ditempatkan di Yogya selatan. "Sudah kami pilih di sisi tenggara. Lokasi yang saat ini digunakan oleh SDN Karangsari, akan kami relokasi menjadi SMP. Bangunannya representatif untuk SMP, sedangkan SDN Karangsari akan diregrouping," imbuhnya.

Penambahan SMPN itu dipastikan bisa dipercepat lantaran tidak perlu merubah Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Disdik Kota Yogya akan menggabungkan SMPN 12 dan SMPN 14 yang lokasinya berhadapan, menjadi satu sekolah yakni SMPN 12. Sedangkan SMPN 14 dipindah lokasinya di eks SDN Karangsari.

Selain menambah sekolah di Yogya selatan, daya tampung di SMPN 13 juga akan diperbanyak. Dengan begitu, diprediksi akan ada penambahan sekitar 250 kursi untuk SMPN di Kota Yogya. "Proses itu sudah disetujui oleh kepala daerah. Target kami sebelum tahun ajaran baru 2019, sudah bisa dioperasikan. Sehingga PPDB zonasi tahun depan, Yogya selatan memperoleh kesempatan yang proporsional," urainya.

Hanya, Disdik Kota Yogya berharap, kebijakan PPDB zonasi oleh pemerintah pusat tidak lagi diubah-ubah. Pasalnya, ketika kebijakannya kembali berubah, evaluasi dan perbaikan yang sudah dilakukan terancam tidak bermanfaat.(Dhi)