Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 09 November 2018 / 17:17 WIB

Petani Bawang Putih Lereng Sumbing Siap Kembalikan Kejayaan

MAGELANG, KRJOGJA.com - Produksi bawang putih lereng timur Gunung Sumbing di Kabupaten Magelang, pernah mengalami masa kejayaan pada dekade 1980-an. Namun kejayaan itu tumbang, setelah adanya impor bawang merah yang membuat harga bawang putih lokal tiarap. Kini, pemerintah kembangkan lagi komuditas yang pernah mengalami masa keemasan tersebut.

"Saya berharap, petani bawang putih bisa memanfaatkan secara optimal, pengetahuan, alat bantuan, alat takar hujan, pengukur suhu, alat ukur Ph tanah dan bibit bawang," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati disela Pelatihan Pengamatan Agroklimat di Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang, Kamis - Sabtu (09 - 10/11/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Wilayah Kabupaten Magelang begitu spesial, kata Dwikora, karena terdapat gunung api dan dikeliling beberapa gunung. "Udara dan Iklimnya yang sejuk didukung tanah subur sangat sesuai untuk tanaman bawang putih. Karena itu, kami sudah melaksanakan SLI ini di lima kecamatan. Mulai kecamatan Ngluwar, Mungkid, Salaman, Grabag dan terakhir Kaliangkrik," katanya.

Dalam sepuluh tahun terakhir, cuaca sulit ditebak. Petani harus waspada dengan anomali cuaca yang semakin sulit diprediksi tersebut. Usia planet bumi sudah semakin tua, sehingga ada fenomena perubahan seperti pemanasan global dan berpengaruh ke cuaca. Ilmu pranotomongso atau kalender tanam tradisional dirasa sudah tidak lagi tepat dan akurat untuk saat ini.

"Dengan Sekolah Lapang Iklim para petani dan penyuluh bisa bersama-sama memahami alat sederhana teknologi tepat guna tersebut. Membaca cuaca iklim untuk menentukan kapan mulai tanam. Menentukan jumlah bibit dan pola jenisnya seperti apa, agar hasil panen bisa berlimpah," jelasnya.

Dalam kesempatan itu disampaikan jikabada kemunduran musim penghujan di sebagian wilayah Indonesia. Meski demikian, perlu ditingkatkan kewaspadaan karena sebagian sudah mulai diguyur hujan.

"El Nino (periode musim panas) lemah, tidak seperti tahun 2016. Hujan seharusnya mulai Oktober, tapi November baru beberapa wilayah baru memasuki musim hujan. Sebagian Indonesia Sumatera bagian timur, selatan dan jawa yang mulai hujan," papar Dwi.

Penjabat Sekda Kabupaten Magelang, Drs Endra Wacana menyatakan, Pemkab Magelang menyambut baik kegiatan SLI Agroklimat yang digelar BMKG dengan penanaman serentak bawang putih di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Karena produksi bawang putih di lereng timur Gunung Sumbing itu pernah mengalami masa kejayaan tiga dekade lalu.

"Harapannya, masa keemasan bawang putih di sini dapat terulang kembali dan akan tercium harum wanginya. Kaliangkrik dengan produktivitas bawangnya pernah dijuluki tambang emasnya Magelang. Tetapi ketika mulai ada impor bawang, makin surut," harap Pj Sekda Kabupaten Magelang, Drs. Endra Wacana.

Para petani di Kaliangkrik harus berjuang mengembalikan kejayaan bawang putih dengan mendeteksi cuaca sesuai ilmu yang diajarkan BMKG. Diharapkan pula, para petani berkomitmen memajukan kembali kejayaan bawang putih. "Transformasi ilmu mendeteksi cuaca yang diajarkan BMKG itu sudah terbukti di kecamatan lain wilayah Kabupaten Magelang. Hasilnya beda sekali," ungkap Endra.

Sekolah ini dalam skala kelompok dilaksanakan selama satu musim tanam pada tahun 2018. Adapun peserta adalah para petani yang berasal dari beberapa kelompok tani di Kecamatan Kaliangkrik. (Bag)