DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 09 November 2018 / 17:40 WIB

Mabuk Air 'Pembalut', Rusak Masa Depan Bangsa

SLEMAN, KRJOGJA.com - Temuan kasus remaja di wilayah Jawa Tengah hingga Jakarta beberapa hari terakhir yang menggunakan air rebusan pembalut bekas untuk mabuk mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Yohana Susana Yambise pun turut menyampaikan keprihatinan atas fakta yang terjadi tersebut.

Kepada wartawan usai mengisi kuliah umum di Fakultas Geografi UGM, Jumat (09/11/2018), Yohana mengaku pihaknya telah mengirim tim untuk mengetahui lebih jauh kejadian tersebut. Menurut Yohana, apa yang dilakukan anak-anak muda dengan mabuk menggunakan bahan berbahaya itu akan merusak bangsa.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

“Itu menghancurkan masa depan bangsa, tidak boleh ada lagi. Kami sudah turunkan tim termasuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak untuk untuk turun ke lapangan,” tegasnya.

Yohana berharap para orangtua bisa memaksimalkan peran dalam menjaga anak-anaknya agar tak terjerumus dalam seperti tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Pemerintah menurut dia menjangkau sisi lain dengan merumuskan program untuk kabupaten/kota yang layak anak.

“Dalam poin-poinnya jelas untuk melarang anak merokok, hisap lem aibon atau bahkan pembalut dan jualan narkoba juga karena sekarang mulai menggunakan anak untuk jadi kurir. Ketika masyarakat sadar, semua sadar termasuk juga keluarga untuk melindungi anak-anak pasti bisa diatasi,” sambungnya. (Fxh)