Dagelan Mataram Lakon ‘Virus’ di TBY Pentas Besok

PENTAS Dagelan Mataram lakon ‘Virus’ yang digelar di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Rabu (4/3/2020) malam ini mulai pukul 20.00, didukung Kolaborasi Pelawak Yogyakarta. Sejumlah pelawak yang siap tampil pelawak Sugeng Iwak Bandeng, Yu Beruk, Joned, Tere Yu Sothil, Harin Sumonah, Nano Asmorodono, Sekar Rini, Novi Kalur, Wiro ‘Angkring’, Jumitri, Agus Dygta, Lisa Pawestri, Seka Ayu dan lainnya.

Iringan musik digarap Fani Rickyansah, penata artistik Tedjo ‘Badut’ dan penata lampu Jibna. Pementasan Dagelan Mataram disutradarai Ari Purnomo yang dikemas humor cerdas dan aktual ini, diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY dan didukung TBY, gratis terbuka untuk umum.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho SIP MSi mengatakan, pentas Dagelan Mataram Sepanjang Tahun 2020 digelar sebulan sekali ini, setiap Rabu malam minggu pertama di TBY ini, untuk membina potensi sumber daya pelaku Dagelan Mataram di DIY. Selain itu, juga untuk melestarikan, mengembangkan Dagelan Mataram sebagai bagian dari Warisan Budaya tak Benda yang sudah diakui secara nasional.

“Bahkan bisa menjadi ruang ekspresi kreatif bagi para pelawak Yogyakarta. Pada perkembangannya ke depan, keberadaan Dagelan Mataram semakin kuat dan digemari masyarakat,” papar Aris Eko Nugroho.

Koordinator Program Dagelan Mataram Indra Tranggono menjelaskan, Dagelan Mataram yang dikemas klasik dan inovatif mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini bisa dibuktikan pentas Dagelan Mataram, ketika menggelar ‘Hantu Emoh Korupsi’, di TBY pada akhir Januari 2020 lalu yang dibanjiri penonton. ìDi luar dugaan penonton mbludak. Bahkan fenomena yang menarik, mayoritas penonton sebagaian besar kalangan anak mudaî ujar Indra Tranggono.

Indra menambahkan, gelaran Dagelan Mataram memilih lakon yang kontekstual dengan masyarakat. Lakon ‘Virus’ ini, kemasan komedi satir yang mengisahkan munculnya pihak-pihak yang bermain dalam isu virus Corona demi mendapatkan keuntungan.

“Cerita ini diungkapkan dengan guyon ala Dagelan Mataram, di mana tokoh-tokohnya menertawakan diri sendiri. Ada juga sejumlah kekonyolan yang menimbulkan tawa. Tujuannya, untuk menghibur dan masyarakat untuk refleksi untuk memperoleh pesan positif,” kata Indra. (Cil)

BERITA REKOMENDASI