Alquran sebagai ‘Mau‘izhah’

ALLAH Swt berfirman pada QS Yunus: 57: “Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kamu mau‘izhah (pengajaran dan peringatan) dari Tuhan kamu, syifa’ (obat) bagi apa-apa yang ada dalam hati, huda (petunjuk) dan rahmah (kasih sayang) bagi orang-orang yang beriman.” Pada ayat ini disebutkan empat fungsi Alquran, yakni mau‘izhah (nasehat), syifa’ (obat), huda (petunjuk) dan rahmah (kasih sayang). Artikel singkat ini hanya membahas fungsi Alquran sebagai mau‘izhah.

Kata mau‘izhah diterjemahkan secara beragam oleh para ilmuan. Hartmut Bobzin menerjemahkannya ke dalam Bahasa Jerman dengan istilah Mahnung (peringatan) (Bobzin, Der Koran, h. 182). Pengertian semacam ini juga didapati dalam terjemahan Departemen Agama RI (saat ini: Kementerian Agama RI) (Depag, Al-Qur’an dan Terjemahnya, h. 315). Sementara itu, Abdel Haleem menerjemahknannya ke dalam Bahasa Inggris dengan ‘teaching’ (pengajaran) (Abdel Haleem, The Qur’an, h. 132).

Hal senada ditemukan pada karya M Quraish Shihab (Shihab, Al-Qur’an dan Maknanya, h. 215). Variasi terjemahan di atas dapat dilacak pada sumber-sumber tafsir yang mungkin dijadikan rujukan oleh mereka. Mau‘izhah dengan arti ‘peringatan’ ditemukan, misalnya, pada penafsiran Al-Thabari yang mendefinisikan kata itu dengan ‘dzikra tudzakkirukum ‘iqab Allah wa-tukhawwifukum wa‘idahu’ (peringatan yang dapat mengingatkan kamu tentang siksaan Allah dan membuat kamu takut dari ancaman-Nya) (al-Thabari, Jami‘ al-Bayan, 12: 193).

Adapun mau‘izhah dalam arti ‘pengajaran’ dapat dilihat, misalnya, dalam penafsiran Abu Hayyan yang mengelaborasi makna kata itu dengan: tathhir zhawahir al-khalq ‘an ma la yanbaghi (membersihkan sisi lahiriyah makhluk dari hal-hal yang tidak patut) (Abu Hayyan, al-Bahr al-Muhith, 5: 169). Hal ini berarti bahwa Al-Qur’an mengandung ajaran dan tuntunan yang terkait dengan hablun min Allah (hubungan dengan Allah) dan hablun minannas (hubungan dengan sesama), yang dapat menempatkan manusia pada posisi yang mulia dan dapat membersihkan mereka dari hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Kedua variasi pemaknaan tersebut pada hakekatnya tidaklah bertentangan antara satu dengan yang lainnya, dan bahkan dapat dikombinasikan, dalam arti bahwa Alquran memberikan pengajaran tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan oleh manusia, dan kemudian ia memberikan peringatan ketika manusia tidak mau mengindahkan ajaran-ajaran Alquran.

BERITA REKOMENDASI