Belajar dari Covid-19

Prof Dr Rohmat Wahab
Penulis adalah Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta dan Ketua Bidang Pembinaan Keumatan Pengurus Pusat ICMI periode 2016-2021

HARI ini, 2 Mei 2020 adalah Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Hampir semua institusi pendidikan dan institusi terkait biasanya menyelenggarakan upacara untuk merayakannya. Namun saat ini mereka tidak wajib mengadakan upacara, karena masih dalam suasana darurat. Dan untuk menaati ketentuan kesehatan, kita memeringati Hardiknas dengan tema Belajar dari Covid-19. Dapat diikuti secara daring dari rumah masing-masing.

Kehadiran Covid-19 semula hanya persoalan kesehatan. Kedahsyatannya, menjadikan ini sebagai persoalan ekonomi, pendidikan, agama, sosial, dan sebagainya. Pada awalnya penyebaran covid-19 dianggap biasa-biasa saja. Namun begitu cepatnya penyebaran Covid-19, sudah membikin repot di sejumlah negara maju sekalipun.

Kini Indonesia tunjukkan keseriusannya menghadapi Covid-19. Perubahan perilaku secara drastis terjadi pada level individu, masyarakat dan bangsa tidak bisa diabaikan. Marilah kita bermuhasabah untuk bisa memahami dan menyikapi Covid-19 dengan tepat. Allah Swt berfirman dalam QS Ar Ruum: 41, yang artinya : ”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Berdasarkan ayat ini, kita memahami bahwa di samping ada musibah, kita dapat menggali sejumlah hikmah atau poin penting yang bisa kita ambil pelajarannya. Pertama, kekuasaan Tuhan nyata adanya, tak tertandingi kekuatan dan kehebatan negara adidaya. Dengan kekuasaan-Nya, Allah Swt ciptakan dan takdirkan virus Korona yang kecil dan tak bisa dilihat, tapi memiliki kekuatan menghancurkan manusia dengan mudah.

Semua negara mengakui di atas langit ada langit. Kedua, keterbatasan ilmu manusia. Bahwa manusia sehebat apapun, termasuk penerima Nobel, hanya memiliki kemampuan terbatas untuk memberikan solusi terhadap Covid-19. Dengan begitu sangat diperlukan kesadaran akan pengakuan inteligensi kolektif, yang tidak hanya intelegensi Pendekatan multidisipliner, interdisipliner dan transdisipliner cenderung lebih efektif daripada pendekatan disipliner.

Ketiga, berkenaan dengan kesehatan, maka kebiasaan atau kultur hidup sehat dan bersih itu penting. Memiliki karakter dan budaya hidup sehat dan bersih itu tidak hanyak berlaku untuk pribadi, melainkan juga berlaku untuk lingkungan. Kita dapat pelajaran yang sangat berharga dari Covid-19, ntuk menghargai lingkungan sehat dan bersih.

Keempat, berkenaan dengan pendidikan. Covid-19 bisa mendorong lebih kuat untuk implementasi e-learning untuk semua jenjang dan jenis pendidikan, walau belum sepenuhnya siap. Di samping sebagai konsekuensi physical and social distancing juga untuk mengakselerasi implementasi digitalisasi praktik pendidikan.

Demikian juga bisa memantapkan blended learning yang diharapkan bisa menjamin transfer nilai dalam pembelajaran. Kelima, berkenaan aspek ekonomi. Untuk menjamin dan mensukseskan program pencegahan Covid-19, perlu sekali meningkatkan secara masif transaksi bisnis bisa manfaatkan aplikasi. Keenam. berkenaan dengan keluarga.

Dengan adanya Work From Home (WFH), kesolidan dan keutuhan keluarga, relatif meningkat. Walau secara kasuistik ada sejumlah praktik KDRT. Ini adalah kasus. Namun bisa diambil manfaat dari WFH. Kedua orangtua lengkap selalu ada di rumah, diharapkan bisa memperkuat dan meningkatkan rasa kasih sayang dan perilaku saling membantu.

Orangtua bisa mendampingi anak-anak untuk belajar atau kegiatan pendidikan dan ibadahnya. Orangtua bisa mengarahkan penggunaan internet dengan benar. Inilah hikmah yang bisa dipetik pelajarannya. Diharapkan ke depan bisa dimanfaatkan untuk memantapkan diri, pembentukan kepribadian anak, keutuhan keluarga, etos kerja, dan pembentukan pola kerja yang berbasis digital.

Selain manajemen institusi dan program pendidikan, serta sistem pembelajaran berbasis digital juga. Dengan tetap mempertimbangkan aspek kemanfaatan untuk suksesnya misi pendidikan nasional.

BERITA REKOMENDASI

Mudik Virtual

22 Mei 2020

Pasar Rakyat

18 Mei 2020

Digitalisasi Buku

16 Mei 2020

Akhir Pandemi

15 Mei 2020

Kerja Sama

14 Mei 2020

Era New Normal

12 Mei 2020