Jadwal Imsakiah

Oleh : Prof Dr Susiknan Aszhari
Penulis adalah Guru Besar Fakultas Syariíah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Direktur Museum Astronomi Islam

MENURUT David A King salah seorang peneliti tentang manuskrip astronomi Islam sebagaimana dikutip oleh Auni Muhammad al-Khasawanah, Al-Khawarizmi adalah tokoh pertama yang membuat jadwal waktu salat dengan menggunakan markaz kota Baghdad. Tabel jadwal waktu salat yang dibuat al-Khawarizmi memuat bayang matahari waktu Zuhur, bayang matahari awal dan akhir waktu Asar serta ditulis menggunakan ‘hisab jumali’ (Abajadun Hawazun).

Dari sinilah kemudian muncul beragam model jadwal waktu salat yang dikembangkan para tokoh astronomi Islam dengan memadukan nilai-nlai seni yang sangat indah, seperti model Syria, Tunisia, dan Istanbul. Mulai abad ke-20 jadwal waktu salat menyatu dalam kalender tahunan yang berbentuk kalender dinding dan berbentuk kalender duduk.

Ada pula jadwal waktu salat harian yang dimuat di media massa. Khusus bulan Ramadan jadwal waktu salat diistilahkan dengan ‘Jadwal Imsakiah’ karena memuat jadwal imsak sebagai pertanda untukbersiap-siap memulai puasa Ramadan setiap hari. Kecenderungan ini berlangsung hingga kini.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia halaman 428 istilah ‘imsakiah’ diartikan jadwal yang menetapkan waktu salat. Hans Wehr dalam ‘A Dictionary of Modern Written Arabic’ mendefinisikan imsakiah adalah calendar of fasting during the month of Ramadan. Sementara itu dalam ‘Leksikon Islam’ dijelaskan bahwa imsak adalah waktu tertentu sebelum Subuh, saat mulai berpuasa.

Di Indonesia menggunakan waktu imsak selam 10 menit sebelum tiba waktu Subuh. Batas waktu ini merujuk pendapat Saíadoeddin Jambek berdasarkan pemahaman hadis dari Anas yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Pandangan ini juga diikuti Malaysia, Singapore, dan Brunei Darussalam.

Sedangkan di kawasan Timur Tengah mayoritas tidak menggunakan imsak, kecuali di Damaskus dan Mesir mencantumkan waktu imsak selama 15 menit. Di Malaysia digunakan beberapa istilah yaitu Jadwal Imsakiah, Taqwim Ramadan Waktu Salat Imsak & Berbuka Puasa, dan Takwim Berbuka Puasa dan Imsak.

Istilah terakhir ini digunakan di Negeri Perak Darul Ridzuan Malaysia. Di dalamnya hanya memuat jadwal imsak dan berbuka saja. Khusus di Indonesia jadwal imsakiah mengalami perkembangan yang luar biasa. Mula pertama jadwal imsakiah berbentuk sangat sederhana dan beredar sangat terbatas.

Proses perhitungan dilakukan secara manual. Bahan yang digunakan kertas dan diketik secara manual pula tanpa desain. Muhammadiyah sebagai pelopor pengguna hisab di Indonesia sangat berperan dalam memasyarakatkan jadwal imsakiah. Hal ini dapat ditemukan dalam berbagai dokumen sejarah perkembangan pemikiran hisab di Indonesia.

Periode awal penggunaan komputer dalam membuat jadwal imsakiah menggunakan program DOS dan dicopy dalam jumlah tertentu. Periode ini bentuk jadwal imsakiah masih sederhana seperti sebelumnya. Hanya proses pembuatannya sudah melibatkan teknologi komputer dan printer.

Selanjutnya pada era teknologi informasi pembuatan jadwal imsakiah sangat mudah dan cepat karena proses perhitungan dibantu berbagai macam software awal waktu salat. Sebelumnya proses perhitungan dan pembuatan jadwal imsakiah memerlukan waktu beberapa jam bahkan beberapa hari.

Kini hanya hitungan menit. Selain proses yang cepat kehadiran jadwal imsakiah sekarang didukung desain grafis yang memadai sehingga hasilnya nampak indah dan menarik. Dapat dinyatakan, perkembangan jadwal imsakiah, khususnya di Indonesia mengalami kemajuan sesuai tuntutan zaman baik proses perhitungan maupun desain yang ditampilkan.

Meskipun proses dan perhitungan jadwal imsakiah lebih mudah dan cepat namun perlu diperhatikan ketelitian dan kesesuaian data dalam membuat jadwal imsakiah satu wilayah, terutama ketika menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia di App Store maupun Play Store. Para pengguna sebaiknya memperhatikan setting yang menyediakan pilihan lokasi dan teori yang digunakan, khususnya waktu Subuh. Agar tidak menimbulkan masalah baru dalam memulai berpuasa. (Artikel dimuat di Kolom Analisis KR, SKH Kedaulatan Rakyat edisi Kamis 23 April 2020)

 

 

BERITA REKOMENDASI

Mudik Virtual

22 Mei 2020

Pasar Rakyat

18 Mei 2020

Digitalisasi Buku

16 Mei 2020

Akhir Pandemi

15 Mei 2020

Kerja Sama

14 Mei 2020