Pandeminomics

Dr Y Sri Susilo
Penulis adalah Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY (Atma Jogja), Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, dan Pengurus Pusat ISEI)

PANDEMI Covid-19 telah berdampak nyata terhadap perekonomian Indonesia. Menurut BPS (2020), selama triwulan I-2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 2,97% (y-on-y). Kondisi tersebut berarti melambat dibanding capaian triwulan I-2019 yang sebesar 5,07%. Perekonomian DIY triwulan I-2020 mengalami kontraksi sebesar 0,17% (y-on-y) dan berlawanan arah dibanding pertumbuhan periode yang sama di 2019 sebesar 7,51% (BPS DIY, 2020).

Tulisan ini membahas dampak pandemi Covid-19 dari sudut pandang ekonomika (economics) kemudian disebut pandeminomics (ekonomika pandemi). Pembahasan khususnya dari aspek pasar, baik pasar barang, pasar jasa, pasar tenaga kerja dan pasar keuangan. Pada dasarnya belajar ekonomika adalah belajar mengenai pasar.

Pertama, pasar barang (sektor riil) misalnya industri manufaktur. Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak negatif baik dari sisi permintaan dan sisi penawaran. Dari sisi permintaan, sejumlah industri manufaktur mengalami penundaan atau bahkan pembatalan pesanan produk. Di samping itu, permintaan juga merosot tajam.

Dari sisi penawaran, sejumlah produsen juga terkendala bahan baku khususnya bahan baku impor. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan baku tersebut diimpor dari China atau negara lain yang sedang ditutup, baik sektor industri maupun jalur transportasinya. Kedua, pasar jasa misalnya sektor/industri pariwisata.

BERITA REKOMENDASI

Mudik Virtual

22 Mei 2020

Pasar Rakyat

18 Mei 2020

Digitalisasi Buku

16 Mei 2020

Akhir Pandemi

15 Mei 2020

Kerja Sama

14 Mei 2020

Era New Normal

12 Mei 2020