Penundaan Pilkada

Oleh : Bambang Eka CW
Dosen di Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fisipol UMY, Ketua Bawaslu RI periode 2010 – 2012

WABAH Covid-19, mengakibatkan sejumlah agenda politik dan demokrasi harus ditunda. Penundaan pemilihan perlu dilakukan karena ada sejumlah tahapan pemilihan serentak 2020 tidak dapat dilaksanakan akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurut ketentuan penundaan pemilihan dapat dilakukan jika terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, atau gangguan lainnya yang mengakibatkan sebagian tahapan atau seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan tidak dapat dilaksanakan (Pasal 120 dan 121 UU No 10 tahun 2016). Jika gangguan terjadi pada sebagian tahapan maka dilaksanakan pemilihan lanjutan.

Apabila gangguan terjadi mengakibatkan gangguan pada seluruh tahapan maka yang dilaksanakan adalah pemilihan susulan. Perbedaan penting antara pemilihan lanjutan dengan pemilihan susulan terletak pada tahapan pemilihan.

Jika pemilihan lanjutan maka tahapan penyelenggaraan dimulai dari tahapan penyelenggaraan yang terhenti. Sementara pemilihan susulan dilakukan untuk seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan.

Hal ini perlu disampaikan karena kondisi saat ini pemilihan tertunda bukan karena keseluruhan tahapan penyelenggaraan terganggu, tetapi hanya sebagian tahapan pemilihan tidak dapat diselenggarakan. Artinya tahapan-tahapan yang sudah dilaksanakan KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, telah menjadi peristiwa hukum yang harus diakui keabsahannya dan legitimasinya.

Sehingga tidak bisa dipersoalkan lagi dikemudian hari. Penundaan Pilkada 2020 ini, mengandung konsekuensi hukum dan politik. Dari aspek hukum, salah satu persoalan terkait penundaan pilkada akibat pandemi covid-19, yang tidak hanya berskala lokal atau nasional tetapi juga berskala global, adalah payung hukum penundaan itu sendiri. UU No. 10 tahun 2016 tidak menyediakan regulasi yang mengatur penundaan pilkada serentak yang bersifat nasional.

BERITA REKOMENDASI

Mudik Virtual

22 Mei 2020

Pasar Rakyat

18 Mei 2020

Digitalisasi Buku

16 Mei 2020

Akhir Pandemi

15 Mei 2020

Kerja Sama

14 Mei 2020

Era New Normal

12 Mei 2020