AIRA Fashion on The Spot, Tampilkan Busana Terbaik 40 Desainer Kondang

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 40 perancang busana kondang tanah air unjuk karya dalam ‘AIRA Fashion on The Spot 2021’ yang digelar di Atrium Hartono Mall Yogyakarta. Even ini merupakan rangkaian acara pameran dan temu bisnis seni kriya berlangsung di tempat yang sama selama empat hari mulai Kamis (02/12/2021) hingga Minggu (05/12/2021) mendatang.

Hari pertama fashion show menyuguhkan karya-karya delapan desainer masing-masing Aluna by Putri Shabrina – Essy Masita (Yogyakarta), Bemberg TM Textiles by Fitriani Kuroda – Essy Masita (Yogyakarta), Hardware, Shafna by Shafira Hasna (Yogya). Ada pula Margaria Batik by Devie Fransisca (Yogyakarta), Batik Enom by Devie Fransisca (Yogyakarta), Kenes Batik (Yogyakarta), Cicik Mulyaningtyas (Yogyakarta).

Essy Masita ditemui sebelum fashion show digelar mengatakan malam ini dengan berkolaborasi bersama putrinya yakni Putri Shabrina menampilkan 11 busana terbaik karnya. Dengan mengangkat tema ‘Romansa Nusantara’ Essy Masita dan Putri Shabrina dengan brand Aluna ingin menampilakan kekayaan budaya negeri ini.

“Desain diambil dari ikon-ikon nusantara seperti Candi Borobudur, rumah gadang, gadis Suku Dayak dan lainnya. Kami ingin mengajak para pecinta fashion bahwa negeri ini kaya akan budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan produk-produk Aluna berbasis mass product alias siap pakai. Walau mengusung ikon nusantara, namun Essy Masita menyatakan karya busananya bisa dinikmati seluruh kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa.

“Kami selalu mengangkat kain wastra serta kebudayaan nusantara dalam setiap koleksi kami. Ciri khas Aluna, detail hand mase sulam sashiko,” imbuhnya.

Kali ini Essy Masita dan Putri Shabrina juga menyisipkan warna-warna busana yang bakal menjadi tren tahun 2022. Warna-warna carah seperti kuning, merah muda ia tampilkan melambangkan semangat hidup yang dinamis.

Devie Fransisca dalam penampilan kali ini menampilkan batik yang dikombinasikan dengan bahan lurik. Motif yang dipilih yakni Regalia yang terinspirasi dengang busana Kraton Yogyakarta.

“Kami terinspirasi dari busana kraton. Jika dilihat busana kraton selalu menerminkan sifat kepemimpinan Sri Sultan. Sedangkan untuk motif kali ini mengangkat motif merak dan ayam dengan bermain warna biru dan cokelat,” jelasnya.

Sedangkan Cicik Mulyaningtyas, menampilkan karya terbaru dengan kain batik yang menjadi ciri khasnya. Perancang busana pemilik Batik Nakula Sadewa ini dalam peragaan busana kali ini mengangkat ‘Timeless Javanese Heritage’. (Van)

BERITA REKOMENDASI