Akeyla Naraya Alyandina, Desainer Cilik Taklukkan Pangung Fashion Eropa

Editor: Ivan Aditya

USIA memang masih belia, namun karya-karya rancangannya telah dikenal dunia. Berbagai prestasi dalam dunia fashion telah diraihnya, bahkan ia pernah mewakili Indonesia dalam salah satu festival di Moscow Rusia. Dalam waktu dekat desainer cilik ini bakal meluncurkan karya terbarunya yang akan memperkaya khasanah fashion tanah air.

Akeyla Naraya Alyandina merupakan anak pertama pasangan Rahmat Raharja dan Ina warga Bekasi Utara Jawa Barat (Jabar). Saat ini usianya baru menginjak 11 tahun, umur yang bagi kebanyakan anak sepantarannya disibukan dengan urusan bermain.

Namun tidak dengan Akeyla, ia memilih memegang pensil dan mencurahkan idenya untuk menggambar. Bukan gambar pendangan maupun tokoh-tokoh kartun idola, Akeyla lebih senang menggoreskan pensilnya untuk membuat desain baju.

“Kata mama, Akeyla sejak umur 2 tahun sudah bisa memegang pensil dengan benar lalu menggambarkannya dalam selembar kertas. Saat itu belum bagus, namun Akeyla sudah bisa menggambar baju,” kata Akeyla disela gelaran ‘Aira Fashion On The Spot’ yang digelar di Atrium Hartono Mall beberapa waktu lalu.

Saat umur 5 tahun, pelajar yang kini duduk di bangku kelas 6 SD ini mulai serius menggeluti dunia fashion desain. Oleh orangtuanya, Akeyla kemudian dimasukkan dalam sekolah desain yang kala itu diikutinya secara online.

Ternyata minat Akeyla memang ada dalam dunia fashion, bakatnya semakin terasah dan desain-desainnya mulai bisa dituangkan dalam rancangan busana. Rancangan pertamanya mengangkat tema-tema batik dengan potongan busana dewasa.

“Inspirasinya mengalir begitu saja. Bisa dari orangtua, teman, pemandangan dan lainnya. Saat melihat binatang pun juga bisa menginspirasi untuk dijadikan rancangan busana,” kata bocah kelahiran 4 Februari 2010 tersebut.

Tahun 2017 merupakan debut pertama Akeyla menampilkan karya rancangannya. Tak tanggung-tanggung, gelaran perdana itu ia lakukan di Moscow Rusia dengan membawa delapan rancangan terbaiknya.

Dalam fashion show bertajuk ‘Festival Indonesia Moscow’ itu Akeyla bersama perancang busana kenamaan tanah air, ia merupakan yang paling belia dalam ajang tersebut. Busana motif batik karyanya mencuri perhatian publik Rusia dan nama Akeyla langsung dikenal pecinta fashion Negeri Beruang Merah tersebut.

“Festival di Rusia merupakan pengalaman pertama dan paling berharga bagi Akeyla. Ternyata warga Rusia gemar akan batik dan rancangan-rancangan busana dengan tema tradisional Indonesia,” imbuhnya.

Kesuksesan Akeyla berulang dua tahun kemudian. Tahun 2019 ia kembali mendapat undangan dari KBRI Moscow untuk menampilkan rancangan busana terbarunya dalam ajang yang sama dan kali ini juga diikuti pula oleh para desainer dari Rusia.

Debut Akeyla di kancah internasional tak berhenti di situ saja, tahun 2018 ia pernah memamerkan karya-karyanya di Beirut Libanon. Akeyla dipercaya untuk membawa misi fashion untuk perdamaian di tengah negeri yang sedang dilanda perang tersebut.

Lagi-lagi Akeyla menuai sukses, busana karyanya mendapat apresiasi yang besar dari masyarakat Libanon. Walau tak berada di panggung yang megah namun Akeyla sangat banga karena karya-karyanya dapat membawa misi perdamaian.

Sepulang dari Libanon dan Rusia, Akeyla semakin matang dalam meancang busana. Berbagai ajang besar peragaan busana tanah air mulai diikuti seperti Jogja Fashion Rendezvous, Jateng in Fashion, Bekasi Fashion Week, hingga Festival Payung Indonesia di Candi Borobudur sejak tahun 2018 – 2020.

“Penampilang di berbagai ajang membuat Akeyla semakin ingin berkarya lebih baik lagi. Dari situ Akeyla juga bisa tahu tren terbaru yang diinginkan dan bagaimana menggabungkannya dengan budaya daerah,” ujar Akeyla yang pernah mendapat gelar tokoh inspiorasi anak dari KPAI pada tahun 2017 tersebut.

Dua tahun belakangan Akeyla mulai bermain batik dengan pewarna alam. Ini menurutnya sebagai hal baru sebagai upaya melestarikan ekosistem alam dan menggali kekayaan-kekayaan yang tersimpan di dalamnya.

Dari bahan-bahan alam itu pula Akeyla mendapatkan warna-warna baru yang solid. Karya ini seolah mempertegas tema-tema kearifan lokal maupun budaya daerah yang selalu diusung Akeyla dalam setiap ramcangannya.

Tanggal 20 Desember mendatang Akeyla akan meluncurkan karya terbarunya. Peluncuran tersebut dikemas dalam suatu gelaran fashion show yang akan dihelat di Bekasi.

“Motifnya yaitu Ayam Ciparagi. Jenis ayam tersebut sudah punah dan Akeyla tertantang untuk mengangkatnya menjadi motif batik. Untuk pewarnaan tetap menggunakan pewarna alam,” pungkasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI