Batik Tulis Nitik Raih Perlindungan Indikasi Geografis Terdaftar

BANTUL, KRJOGJA.com – Proses kreatif membatik kain di Yogyakarta menghasilkan berbagai macam motif batik dengan berbagai nilai filosofisnya. Diantaranya Batik Tulis Nitik yang telah diakui sebagai salah satu Indikasi Geografis Terdaftar oleh Kementerian Hukum dan HAM sebagai batik tulis ciri khas dari Bantul, DIY.

“Pendaftaran perlindungan Indikasi Geografis atas Batik Tulis Nitik merupakan upaya menjaga dan melindungi karakteristik, kelangsungan nilai budaya, kepemilikan dan penggunaan nama Batik Tulis Nitik Yogyakarta serta kesejahteraan pengrajinnya,” tutur Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Ir Aris Riyanta MSi kepada KRJOGJA.com, Jumat (19/11/2021).

Disebutkan upaya ini mendapat dukungan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 534/13274 dan Surat Rekomendasi Bupati Bantul Nomor 530/02467 hingga akhirnya 21 November 2019, Batik Tulis Nitik Yogyakarta berhasil mendapatkan perlindungan Indikasi Geografis Produk Batik pertama di Indonesia.

“Batik Nitik saat ini masih eksis di Dusun Kembangsongo, Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Jetis – Bantul, juga tersebar di dusun lain seperti Dusun Bembem, Dusun Demangan, dan Dusun Blawong. Produsen Batik Nitik di Dusun Kembangsongo mampu bertahan sampai gempa 2006 di Yogyakarta. Pascagempa, kelompok produsen batik Kembangsongo berdiri disusul berdirinya kelompok produsen batik Dusun Blawong,” jelasnya

Batik Tulis Nitik merupakan salah satu motif tertua khas Yogyakarta yang dikembangkan kerabat Keraton Yogyakarta BRAy. Brongtokusumo dan populer serta berkembang pada era Sultan Hamengku Buwono VII. Sedangkan pembatikannya dikerjakan oleh pembatik di Kembangsongo.

“Motif batik tulis Nitik terdiri atas ribuan titik yang tersusun dan terukur sedemikian rupa sehingga membentuk ruang, sudut, dan bidang geometris, keindahan yang dimilikinya tidak kalah bila dibandingkan dengan ragam hias lain seperti Lereng, Ceplok, dan lainnya,” ungkap Aris. (Vin)

BERITA REKOMENDASI