Bergaya Dengan Masker Etnik Nusantara

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJogja.com – Ingat pesan Ibu, jangan kasih kendor protokol kesehatan dan harus selalu dilaksanakan secara benar dan disiplin. Pesan kesehatan untuk menjaga diri dari Covid-19 itulah yang kemudian dijadikan celah untuk membuat produk masker modis dan inspiratif.

Saat ini, masker tak sekadar sebagai pelindung tapi juga bisa sebagai trend dan gaya hidup. Pemakainya pun bisa menjadi fashionable. Betty, pemilik Rumah Produksi Kamidsummee mengungkapkan hingga kini industri rumahan miliknya kebanjiran order. Masker Korean Style maupun  batik cap “Kalem” yang dirancangnya, terus kebanjiran pesanan. Penjualannya ditawarkan melalui media sosial.
“Yang kami produksi masker etnik series nusantara bertema batik dan tenun Indonesia,” terang Betty di rumah produksinya yang terletak di Jalan Walesdadi Sulipto, Nologaten, Caturtunggal Depok, Sleman tepatnya di bilangan belakang Ambarrukmo Plaza.
Masker dengan tema tersebut menampilkan nuansa batik asli Indonesia. Masker yang dibuat, didesain sedemikian rupa dengan bentuk trendi namun tetap mencerminkan kearifan lokal. Saat dikenakan nyaman bagi pemakainya. Tak cuma itu, masker etnik nusantara ini juga bisa dipakai segala usia terutama kawula muda.
Masker batik cap “Kalem” memiliki keunggulan kain katun adem motif cap atau ornamen dengan tiga layer katun anti bakterial berstandar aman. Bisa dicuci berkali-kali, anti pengap serta jahitan rapi mengikuti lekuk muka dari hidung sampai dagu. “Masker kami jual secara paket,” tambahnya.
Dalam satu paket berisi lima masker yang masing-masing motifnya berbeda. Di luar dugaan, pemesanan masker etnik nusantara membludak. Pesanan yang masuk, tak hanya untuk pengiriman di wilayah DIY dan sekitarnya tapi juga se-Indonesia. Kota-kota besar mulai dari Jobodetabek hingga sejumlah
pulau salah satunya Kalimantan,langsung pesan.

Saat ini pun, pihaknya sedang ngebut untuk melayani pesanan paket masker baik personal maupun untuk perusahaan. Dan dari penjualan masker etnik nusantara tersebut, brand miliknya makin terangkat sekaligus dikenal luas. Ini tentu saja turut membantu penjualan. Dan menurutnya, tren masker etnik masih akan tetap bertahan lama. (Sal)

 

BERITA REKOMENDASI