Busana Idul Fitri, Butik Syar’i Jadi Perhatian

SEMARANG, KRJOGJA.com – Tren  busana untuk berlebaran kini mulai dipikirkan para perancang mode untuk memenuhi pasar busana pilihan bagi kebutuhan berlebaran. Tidak terkecuali Lisa Supriyadi, perancang busana dan mode asal Semarang jebolan Sekolah Mode Susan Budihardjo ini.

Butiknya di kawasan BSB Semarang mulai sering dikunjungi peminat mode busana kalangan muslim, baik dari Semarang maupun luar kota. Hal ini setelah Lisa memfokuskan rancanangan busananya pada kategori busana muslimah yang mengacu para syar'i dengan konsep simpel dan elegan.

Diakui Lisa bahwa momentum Ramadan dan Idul Fitri merupakan momen yang memeras ide kreasinya dibanding hari-hari atau bulan-bulan lainnya. Sebab banyak orang yang ingin memaknai momentum Ramadan dan Idul Fitri dengan suasana berbusana yang lain dari pada busana yang dikenakan hari-hari biasa. 
"Orang biasanya ingin berpenampilan lebih syar'i, sebab akan sangat mempengaruhi semangat nya beribadah. Karena itu, saya harus bisa menangkap fenomena ini dan membaca minat masyarakat untuk kemudian kami tuangkan dalam bentuk karya design busana", ungkap Lisa Supriyadi. 

Untuk Idul Fitri tahun ini Lisa Supriyadi menuangkan konsep design dengan rancangan kerah shanghai yang memungkinkan dapat menutup aurat leher sehingga dalam penggunaan kerudung atau jilbab yang hanya menutup bagian kepala saja tidak sampai merepotkan untuk menutup bagian leher.

Paduan warna soft dengan kontras pun menjadi pilihan karakter design Liza, misalnya memadukan warna hitam dengan kuning. Hal tersebut dilakukan untuk mendinamisasi warna rancangan busana sehingga dapat mempengaruhi emosi atau psikologis pengguna maupun orang yang melihat. (Cha)

BERITA REKOMENDASI